Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Jumat, 27/06/2008 19:00 WIB
PLTU Cilacap bakal normal
oleh : M. Munir Haikal
JAKARTA (Bisnis.com): PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan tunggakan utang yang membelit PLTU Cilacap telah terselesaikan.
Seiring dengan selesainya pembayaran utang PLTU Cilacap kepada PT Adaro Indonesia, pasokan batu bara kembali mengalir ke pembangkit listrik tersebut.
"Jumlah utangnya kemarin sudah berkurang menjadi Rp60 miliar dan terakhir saya dengar sudah dilunasi," ujar Wadirut PLN Rudiantara di Kementerian BUMN hari ini.
Artinya, tutur dia, pasokan batu bara terhadap PLTU Cilacap sudah bisa pulih kembali sehingga pasokan listrik bisa berjalan normal. Namun, Rudiantara mengingatkan kejadian ini tidak boleh terulang lagi terhadap independent power producer (IPP).
Sejak terhentinya pasokan batu bara, PLTU itu terpaksa harus menghemat konsumsi dengan hanya mengoperasikan satu unit turbin dengan kapasitas tersalur hanya 260 megawatt (MW). Bahkan, produksi listrik yang dihasilkan telah dipangkas menjadi hanya 100 MW hingga 200 MW.
PLTU dimiliki oleh Sumber Segara yang merupakan hasil kerja sama antara antara anak perusahaan PT PLN (Persero) yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) dan PT Sumberenergi Sakti Prima (PT SSP). PJB memiliki 49% saham dan sisanya dimiliki oleh SSP. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Gustav rusak sedikit peralatan Shell
- Bursa beri peringatan tertulis pada PLN
- ArcelorMittal beli 50% saham Kalagadi
- DPR minta BPK segera audit 54 KKS migas
- Presiden tegur Pertamina dan Kementerian BUMN