Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Jumat, 04/07/2008 19:41 WIB

AS siap bantu RI atasi krisis energi

oleh : Rachmad Hidayatullah

SURABAYA (Bisnis.com): Pemerintah Amerika Serikat bersama anggota G-8 siap membantu pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan krisis energi dengan menyiapkan dana melalui Bank Dunia.

Negara-negara tersebut akan melaksanakan pertemuan G-8 di Tokyo dan salah satu pembahasannya
adalah mengenai bantuan dana untuk pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan (clean energy).

Dubes AS untuk Indonesia Cameron R Hume mengatakan pihaknya saat ini tengah menunggu pengajuan dari pemerintah Indonesia sehingga proyek yang dilaksanakan akan sesuai kebutuhan.

"Setelah ada pengajuan dari pemerintah Indonesia, barulah kami dapat menentukan kriteria apa saja yang mesti dipenuhi untuk memperoleh dana tersebut," kata Hume di sela-sela resepsi perayaan HUT ke-232 Amerika Serikat di Surabaya.

Meski demikian, lanjut Hume, pihaknya tidak memberi batas waktu pengajuan proposal tersebut. Semakin cepat pengajuan, maka semakin cepat diketahui kebutuhan dari Indonesia dan dapat segera ditentukan model pembangkit listrik semacam apa yang cocok untuk didanai Bank Dunia.

Menurut Hume, krisis energi ini perlu segera ditangani namun dengan tidak mengabaikan upaya menekan polusi yang ditimbulkan.

"Peningkatan kapasitas tetap perlu dipacu, namun disertai dengan upaya menekan polusi misalnya CO2 yang dihasilkan. Di sini pentingnya pengadaan clean energy dalam mengatasi krisis listrik Indonesia," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hume juga menyatakan pihaknya terus meningkatkan hubungan dengan pemerintah Indonesia, baik melalui kerjasama pendidikan maupun ekonomi. Dia mencontohkan diaktifkannya kembali program sister city antara Seattle dengan Surabaya dan dia berkesempatan menyaksikan hal tersebut dalam kunjungannya ke Surabaya kali ini. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • OPEC akan turunkan produksi
  • Konsumsi premium & pertamax diduga naik 15%
  • Pertamina siap disidik KPK
  • Konversi minyak tanah hemat Rp7,7 triliun
  • 8 Kilang minyak di Gulf Coast AS tutup

Komentar

#2 - hati-hati

sementara USA aja krisis masa mau bantu Indonesia. Simpanan minyak mentah di USA sudah menipis, dan kebutuhan akan CPO juga tidak mampu tercukupi. Kerjasama sih ok saja tapi perlu ditimbang apakan ini akan menguntungkan kita (indonesia) karena dalam kondisi seperti itu, USA pasti akan mencoba memanfaatkan kerjasama ini sebagai dalih mengeruk SDA Indonesia melalui perjanjian bilateral.

harind - jakarta @ 07/07/2008 - 08:33 WIB dari 124.195.2.254 (124.195.2.254)

#1 - Tingkatkan Kerjasama

Saya sangat setuju dengan kerjasama ini, amerika sebagai negara besar memang seharusnya membantu negara-negara berkembang terutama masalah energi di Indonesia. Terlebih saat ini kita akan menghadapi pemadaman Listrik dari PLN, saya setuju dan ingin pemerintah kita terus belajar dari USA.

sudung - Jakarta/Indonesia @ 06/07/2008 - 13:04 WIB dari 124.81.199.136 (124.81.199.136)

Beri Komentar