Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Jumat, 11/07/2008 19:29 WIB
DKI akan bangun PLTG di Pulau Damar
oleh : Nurudin Abdullah
JAKARTA (Bisnis.com): Pemprov DKI Jakarta akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Pulau Damar Kepulauan Seribu yang diharapkan pada 2010 sudah beroperasi.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan program pembangunan PLTG sudah lama direncanakan dengan tahapan kajian dilakukan tahun ini, pelaksanaan teknis pembangunan dimulai sekitar 2009 hingga 2010.
"Jika memungkinkan energi listrik alternatif ini dapat dioperasikan mulai 2010, yang semula layanannya hanya untuk mencakup kawasan Kepulauan Seribu akan ditingkatkan menjadi lebih luas lagi," katanya hari ini.
Dia mengatakan pembangunan PLTG dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya listrik produk PT Perusahaan Listrik Negara. Namun, lanjutnya, layanan PLTG menjadi tidak ekonomis bila hanya melayani kawasan Kepulauan Seribu sehingga cakupan wilayah layanannya diperluas.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Prya Ramadhani mengatakan rencana membangun PLTG itu harus dikaji secara cermat agar tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saat proses pembangunan hingga perawatannya.
"Pembangunan pembangkit tenaga listrik itu jangan sampai membebani APBD yang sekarang ini saja sudah dipotong sana sini, terutama nanti dalam operasinalnya akan muncul dana subsidi karena listrik itu bagian dari layanan publik," katanya.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta TB Arif (F-PKS) mengatakan jaringan listrik PLN melalui kabel bawah laut dari Tanjung Pasir Tangerang ke Pulau Untung Jawa sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kepulauan itu, terutama dalam mengembangkan industri skala kecil rumah tangga.
"Sekarang ini gairah warga untuk mengembangkan kegiatan industri cukup bagus, karena sumber daya alamnya sangat melimpah baik dari kekayaan laut maupun hasil tumbuhan di daratan pulau," katanya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Pertamina akan menaikkan impor bensin 67% bulan depan
- Medco dan Pertamina pasok LNG untuk proyek baru
- Renegosiasi harga jual gas dinilai positif
- 'Tim kontrak LNG harus punya integritas'
- China dan Irak teken perjanjian minyak