Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Selasa, 15/07/2008 15:05 WIB

Petronas bukukan rekor laba

oleh : Berliana Elisabeth S.


KUALA LUMPUR (Bloomberg): Petroliam Nasional Bhd (Petronas), perusahaan minyak Malaysia, mencatat rekor laba dipicu kenaikan produksinya di luar negeri serta lonjakan harga minyak mentah, petrokimia dan gas alam cair.
Laba bersih tahun ini yang berakhir 31 Maret naik 31% menjadi 61 miliar ringgit (US$19 miliar) dari 46,4 ringgit pada tahun lalu. Pendapatan juga melonjak 21% menjadi 223,1 miliar ringgit.

Chief Executive Officer (CEO) Petronas Hassan Marican mengatakan cadangan minyak perusahaan turun 0,5% menjadi setara 26,37 miliar barel sehingga menempatkan cadangan ini 0,9 kali sejak 1 Januari 2008, atau turun dari 1,8 kali pada tahun lalu.

"Sekarang menjadi lebih sulit dan penuh tantangan untuk menemukan sumber hydrocarbon baru meski di luar negeri sekalipun. Di sisi lain permintaan sangat kuat dan meningkat terus menerus," tutur Hassan.

Harga minyak mentah di New York melonjak 92% tahun ini dan mencapai rekor tertinggi US$147,50 per barel pada 11 Juli di tengah kerusakan di ladang minyak Nigeria dan pelemahan dolar AS sehingga meningkatkan permintaan komoditas ini untuk lindung nilai (hedging).

Produksi minyak dan gas Petronas naik 3,7% menjadi setara dengan 1,77 juta barel per hari. Minyak mentah dan produk kondensasi juga naik 4,2% menjadi 784.800 barel per hari ketika produksi gas juga bertumbu 3,2% menjadi 987,9 juta barel per hari.

Petronas akan memberikan deviden spesial kepada pemerintah Malaysia sebesar 6 miliar ringgit untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2008, sehingga total deviden untuk periode itu mencapai 30 miliar ringgit.

Perusahaan pada tahun lalu juga sudah memberikan deviden sebesar 20 miliar ringgit. Royal Dutch Shell Plc dan BP Plc, dua perusahaan minyak terbesar di Eropa, mencatat laba bersih per April 2008 melampaui perkiraan analis. Laba bersih Shell untuk kuartal pertama 2008 melonjak 25% menjadi US$9,08 miliar dan BP meroket 63% menjadi US$7,62 miliar. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • OPEC akan turunkan produksi
  • Konsumsi premium & pertamax diduga naik 15%
  • Pertamina siap disidik KPK
  • Konversi minyak tanah hemat Rp7,7 triliun
  • 8 Kilang minyak di Gulf Coast AS tutup

Komentar

Beri Komentar