Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Kamis, 17/07/2008 19:52 WIB
Penghematan listrik tekan biaya operasi mal
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): Penghematan listrik di sejumlah mal di Surabaya berhasil memangkas kebutuhan energi hingga 50% dan menekan biaya operasional Rp300 juta-Rp 500 juta per mal.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Didi W. Simson mengatakan penghematan energi telah dilakukan oleh para pengelola mal atau pasar modern di Jatim sejak dua bulan lalu. Mereka sepakat melakukan penghematan khususnya di dalam penggunaan AC dan lampu.
"Sebelum pemerintah resmi menganjurkan penghematan energi, pengusaha mal sudah lebih dulu melakukannya terutama sejak tarif listrik untuk bisnis bersangkutan dinilai relatif mahal," ujar Didi di Surabaya.
Menurut dia, penghematan tersebut telah mampu memangkas konsumsi energi di setiap mal sekitar 40%-50%. Dengan begitu biaya operasional mal untuk belanja listrik bisa dihemat sekitar Rp500 juta per mal.
"Di Atum Mal sendiri seluruh tenant sudah melakukan penghematan listrik sejak tiga bulan lalu, dan hasilnya memang lebih irit," ujar Didi yang juga direktur PT Senopati Perkasa pengelola Atum Mal.
Selama ini, kata dia, separuh dari biaya sewa tenant mal di Surabaya habis untuk membayar listrik. Pasalnya sebagian besar dari pasar modern itu terkena tarif multi guna.
Direktur Pemasaran Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi mengatakan penghematan listrik di empat mal milik Pakuwon dimulai dengaan mengatur suhu maksimum AC 25 derajat untuk seluruh ruangan.
"Pengaturan tersebut dilakukan dengan dukungan enam chiller sehingga bisa mengurangi energi hingga 50%," ujarnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Ekspor minyak mentah Angola naik 0,5%
- Produksi gas alam China akan melonjak
- BHP bukukan kenaikan laba 30%
- Asumsi harga minyak terlalu optimistis
- Wapres: Pembayaran tunggakan royalti harus diaudit