Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Jumat, 18/07/2008 11:52 WIB

DPR sesalkan kenaikan harga elpiji 12 Kg

oleh : Ratna Ariyanti

JAKARTA (bisnis.com): Masalah krisis energi menjadi salah satu materi yang disampaikan dalam pidato Ketua DPR RI pada Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2007-2008.

Agung Laksono, dalam pidatonya menyebutkan bahwa permasalahan krisis energi, khususnya listrik, mengundang keprihatinan Dewan.

"Krisis energi ini dampaknya sangat luas terhadap iklim investasi. Keterbatasan pasokan energi sudah lama dikeluhkan investor, bahkan ada investor yang akan menarik investasinya karena tidak adanya jaminan ketersediaan energi listrik," ujar Agung.

Dia menambahkan saat ini perlu dilakukan audit manajemen energi. Krisis energi listrik, menurut dia, sebenarnya tidak perlu terjadi asalkan pemerintah mampu mengelola sumber daya alam secara baik dan benar.

Dewan, lanjutnya, juga menyesalkan kebijakan pemerintah menaikkan harga elpiji (LPG) volume 12 kilogram.

"Pada kenyataannya pemerintah sudah memulai program konversi dari minyak tanah ke gas. Seharusnya pemerintah terlebih dahulu membenahi tata niaga elpiji di dalam negeri sebelum pemerintah menaikkan harga untuk masyarakat," kata dia. (er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden harus tegas dalam kasus DPHB
  • Inco siapkan US$1,2 miliar untuk bangun pabrik
  • 'Royalti batu bara harus sesuai aturan hukum'
  • Rio Tinto jual proyek uranium US$495 juta

Komentar

#1 - krisis energi bermuara dari uang

80% uang yang beredar di dunia untuk aksi spekulasi ,bukan untuk pemberdayaan sektor riil. saran saya: gantikan uang anda ke emas.hargai kegiatan riil dengan emas. baru lah komoditas berlimpah,termasuk energi alternatif minyak mari kita mulai mengobati krisis energi dengan menabung emas. http://duniaemas.blogspot.com

udi Pegadaian - indonesia @ 21/07/2008 - 11:09 WIB dari 125.161.37.146 (146.subnet125-161-37.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar