Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Rabu, 13/08/2008 15:39 WIB

Inco siapkan US$1,2 miliar untuk bangun pabrik

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (bisnis.com): PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) akan membangun pabrik pengolah nikel berkapasitas 30.000 ton per tahun di Pomalaa, Sultra, dengan investasi US$1,2 miliar.

Dirut Inco Arif S. Siregar mengatakan perseroan berencana membangun pabrik pengolah nikel dengan teknologi High Presure Acid Leacing (HPAL) di Pomalaa. Namun, hingga kini perseroan belum mengantongi perizinan pembangunan pabrik dari pemerintah. Dia menargetkan izin didapat tahun ini.

"Kalau izin bisa didapat pada tahun ini, kemudian uji Amdal [analisis mengenai dampak lingkungan] dilakukan, pembangunan pabrik diperkirakan selesai pada 2013-2014," jelasnya seusai rapat umum pemegang saham (RUPS).

Arif berharap uji Amdal berlangsung lebih singkat menjadi kurang dari dua tahun agar target operasional pabrik tercapai. Pasalnya, uji Amdal ini diluar masa konstruksi yang memakan waktu 36 bulan.

Dia menolak menyebutkan sumber pendanaan tersebut. Menurutnya, nilai investasi tersebut akan dikalkulasi ulang pada saat izin diperoleh dari pemerintah. Nilai investasi tersebut belum memperhitungkan kenaikan biaya bahan baku yang sedang tinggi.

"Rencana investasi akan diputuskan oleh direktur keuangan Vale [Companhia Vale do Rio Doce Brazil, induk tak langsung Inco melalui Inco Ltd di Kanada], kami hanya menjalankan," tuturnya.

Pembangunan pabrik menjadi strategi Inco dalam menggenjot volume produksi. Perseroan menargetkan dapat memproduksi 200 juta ton nikel pada 2010. Tahun ini, Inco menargetkan volume produksi mencapai 77.000-79.000 ton (169,8 juta pon-174,2 juta pon).

Sebagai gambaran volume produksi perseroan pada tahun lalu sebanyak 76.748 ton (169,2 juta pon), yang juga merupakan rekor dalam sejarah produksi perusahaan. Harga saham Inco di Bursa Efek Indonesia diperdagangkan pada level Rp3.650. Harga ini sudah naik dibandingkan dengan posisi penutupan Rp3.575 kemarin sore. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Badan Geologi segera berubah jadi LPND
  • BBM diduga turun lagi Februari 2009
  • 'Besaran penurunan harga solar tidak dipatok'
  • Irak akan bangun 4 kilang minyak
  • Harga solar bakal turun
  • Korsel kurangi impor minyak mentah
  • RI urutan ke-7 pemberi subsidi terbesar BBM
  • Produksi minyak dunia diprediksi turun
  • PLN jamin tidak ada defisit listrik pada 2009

Komentar

Beri Komentar