Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Jumat, 15/08/2008 19:36 WIB
Asumsi harga minyak terlalu optimistis
oleh : Nurbaiti
JAKARTA (bisnis.com): Kadin menilai pemerintah terlalu optimis dengan asumsi harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Prise/ICP) sebesar US$100 per barel pada RAPBN 2009.
"Menurut saya itu terlalu optimis karena fluktuatif harga minyak dunia unpredictable [tak dapat diperkirakan]," ujar Ketua Umum Kadin MS. Hidayat hari ini di Jakarta.
Menurut dia, penurunan harga minyak dunia saat ini bukan berarti akan terus berlanjut. Dalam pidato kenegaraan Presiden mengatakan asumsi harga minyak Indonesia pada RAPBN 2009 bisa US$100 per barel.
Menurut Kadin, harga yang rasional adalah US$110 per barel. "Kita jangan terlalu optimis dulu," ungkap Hidayat.
Sebelumnya diberitakan anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo menyatakan penurunan harga minyak tetap memberikan penambahan penerimaan migas. Namun, di sisi lain, dia menyakini risiko fiskal tidak berubah meski penerimaan migas masih lebih tinggi dari kenaikan subsidi.
Karena itu, dengan adanya surplus tersebut, realisasi defisit APBN harusnya bisa diturunkan di bawah target APBN. Apalagi saat ini realisasi belanja negara masih sangat rendah dan penerimaan migas berpotensi naik lebih besar karena lifting sekarang tiba-tiba naik jadi 1 juta barel per hari.
"Kalau harga minyak pada kuartal III 2008 turun mendekati US$ 100 per barel karena melemahnya permintaan Amerika Serikat, defisit APBN bisa lebih rendah lagi," kata dia. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga BBM di China turun 15% pekan depan
- Perusahaan minyak dunia pangkas biaya investasi
- Penyesuaian otomatis harga solar mulai Desember
- Pertamina-Pemex kerja sama eksplorasi minyak
- Chevron tutup produksi minyak di Nigeria