Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Selasa, 19/08/2008 13:17 WIB
Produksi gas alam China akan melonjak
oleh : Elsya Refianti
BEIJING (Bloomberg): China mengatakan produksi gas alam tahunannya bakal mencapai tiga kali lipat lebih menjadi 250 miliar meter kubik pada 2030 karena konsumen energi negara itu mengintensifkan eksplorasi minyak guna memenuhi kebutuhan bahan bakarnya.
Produksi minyak negara itu bakal tetap 200 juta metrik ton per tahun pada 2030, kata Kementerian Sumber daya Alam dan Lahan dalam pernyatan di situs Web-nya. China memiliki cadangan minyak terbarukan sebesar 21,2 miliar ton dan deposit gas 22 triliun meter kubik, kata Kementerian itu.
Permintaan minyak diduga akan naik 5,7% pada tahun depan, kata International Energy Agency dalam laporannya 12 Agustus lalu.
"Hasil penilaian itu menunjukkan produksi minyak China akan tumbuh stabil sedangkan kenaikan produksi gas alam akan lebih cepat," kata Kementerian itu dalam pernyataanya, kemarin.
Produksi gas China naik 23% menjadi 69,3 miliar meter kubik pada 2007, ungkap Xinhua News Agency pada Februari mengutip China Petroleum and Chemical Industry Association.
China Petroleum & Chemical Corp, produsen gas dan minyak terbesa kedua negara itu, akan menaikkan investasinya di Sichuan untuk mengebor 20 sumur gas tambahan dan mendorong pasok bahan bakar tersebut ke wilayah di baratdaya provinsi yang dilanda gempa bermagnitud 7,9 pada Mei lalu, kata China Petrochemical Corp dalam newsletter-nya.
Produksi gas per hari di lapangan Sichuan milik Sinopec, yang juga dikenal sebagai China Petroleum, akan naik antara 200.000 dan 250.000 meter kubik pada akhir tahun ini.
"Pertumbuhan permintaan gas alam Sichuan telah jauh melebihi kenaikan produksinya, yang bisa mengarah kepada defisit gas selama musim dingin," kata Xu Xiangrong, General Manager di unit baratdaya Sinopec. "Sinopec akan mendongkrak kapasitasnya untuk menjamin pasok di musim dingin," kata dia lagi.
Unit Sinopec bakal menaikkan produksi gasnya menjadi lebih dari 2,7 miliar meter kubik pada tahun ini, kata laporan itu tanpa memberikan angka lain sebagai acuan.
China memiliki cadangan gas metana batu bara (coal-bed methane) yang terbarukan sebesar 11 triliun meter kubik, minyak-serpihan batuan (oil shale) 12 miliar ton, dan oil sands 2,3 miliar ton, kata Kementerian Lahan dan Sumber Daya Alam itu.
"Negara itu memiliki prospek cerah dari sumber daya alam minyak-serpihan batuan dan gas metana batu bara, yang akan menjadi pelengkap penting terhadap cadangan konvensional minyak dan gas," kata pernyataan itu.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang