Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Kamis, 21/08/2008 14:42 WIB

Tata jajaki peluang investasi pembangkit listrik

oleh : John Andhi Oktaveri

JAKARTA (Bisnis.com): Grup Tata menjajaki kemungkinan untuk berinvestasi di sektor pembangkit listrik di Indonesia sebagai alternatif dari penanaman modalnya di sektor energi.

"Jika memungkinkan kami akan berinvestasi di energi listrik," kata Direktur Tata Steel Ltd Oo Soon Hee kepada wartawan seusai menemui Wapres Jusuf Kalla, hari ini.

Perusahaan yang bergerak di industri kimia, baja dan energi itu sebelumnya juga berminat untuk masuk ke perusahaan baja Kratakau Steel.

Kendati menyatakan minatnya untuk berinvestasi di sektor energi listrik, Hee mengaku masih menghitung besaran dana yang akan dikeluarkan untuk sektor industri tersebut.

"Kami sedang mempelajari beberapa alternatif karena itu kami masih pelajari biayanya. Kami belum bisa memberikan nilainya saat ini," ujarnya.

Pada pertemuannya dengan Kalla, Hee mengakui banyak mendapatkan masukan dari Wapres terkait dengan investasi yang akan dilakukan di Indonesia.

"Ini kesempatan bagi Grup Tata mendapatkan saran yang bagus dari beliau, dan kami akan mengupayakannya," ujarnya.

Terkait dengan  rencana investasi ke perusahaan Krakatau Steel, Oo Soon Hee menegaskan pihaknya tetap melihat kesempatan untuk mendorong kemajuan industri baja di Indonesia. Namun dia tidak merinci keterangannya tersebut.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Badan Geologi segera berubah jadi LPND
  • BBM diduga turun lagi Februari 2009
  • 'Besaran penurunan harga solar tidak dipatok'
  • Irak akan bangun 4 kilang minyak
  • Harga solar bakal turun
  • Korsel kurangi impor minyak mentah
  • RI urutan ke-7 pemberi subsidi terbesar BBM
  • Produksi minyak dunia diprediksi turun
  • PLN jamin tidak ada defisit listrik pada 2009

Komentar

Beri Komentar