Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Rabu, 27/08/2008 14:22 WIB

SBY tolak tudingan Mega soal gas

oleh : Tri D. Pamenan & Irsad Sati


JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui juru bicara Andi Mallarangeng mengatakan SBY bukan merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam kontrak penjualan gas Tangguh ke China.

"Yang membuat [kontrak penjualan] yang tentunya yang bertanggung jawab kan," ujarnya kepada pers siang ini.

Yang jelas, lanjutnya, saat ini harga yang disepakati dalam kontrak penjualan LNG Tangguh ke China tersebut dirasakan sangat tidak adil.

Sebelumnya mantan presiden Megawati Soekarnoputri mengatakan keputusan kontrak penjualan LNG Tangguh ke China diputuskan di kabinet.

"Bilang sama Pak JK [Jusuf Kalla] bahwa dia bersama SBY juga ada di kabinet," ujarnya seusai meluncurkan PDIP Rumah Perempuan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung Jakarta pada Senin.

Pada saat Megawati menjadi presiden, JK menjabat sebagai menko kesra, sedangkan SBY menjadi menko polkam. Pernyataan Mega disampaikan menanggapi Wapres Jusuf Kalla yang ketika di Beijing pada Minggu lalu mengatakan harga yang disepakati dalam kontrak penjualan LNG Tangguh sangat rendah.

JK menilai harga yang ditetapkan untuk kontrak penjualan gas ke China pada 2002 tersebut merupakan kontrak yang paling jelek selama ini. Kontrak LNG Tangguh yang ditandatangani 2002 menyebutkan nilainya sebesar US$3,3 per mmbtu. Sementara saat ini harga LNG di pasar internasional berada pada kisaran US$20 per mmbtu. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Badan Geologi segera berubah jadi LPND
  • BBM diduga turun lagi Februari 2009
  • 'Besaran penurunan harga solar tidak dipatok'
  • Irak akan bangun 4 kilang minyak
  • Harga solar bakal turun
  • Korsel kurangi impor minyak mentah
  • RI urutan ke-7 pemberi subsidi terbesar BBM
  • Produksi minyak dunia diprediksi turun
  • PLN jamin tidak ada defisit listrik pada 2009

Komentar

Beri Komentar