Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Rabu, 27/08/2008 16:12 WIB
Tangguh pasok LNG ke Tokyo seharga US$20 per mmbtu
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Indonesia akan menjual gas alam cair (LNG) dari proyek Tangguh, Papua, kepada Tokyo Gas Co seharga US$20 per mmbtu.
Deputi Bidang Keuangan dan Ekonomi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Edi Purwanto seperti dikutip Bloomberg hari ini mengatakan Proyek Tangguh akan memasok 500.000 metrik ton LNG seharga US$20 per mmbtu.
Jika harga minyak mentah turun hingga di bawah US$100 per barel, lanjutnya, harga jual LNG ke Tokyo akan diturunkan menjadi US$18 per mmbtu.
Sebelumnya Korea Gas Corp sepakat membeli LNG dari Tangguh seharga US$20 per mmbtu, kata Edi pada 23 Juli.
Proyek LNG Tangguh dimulai pada 2007 dengan operator BP Indonesia.
Para produsen gas terdiri dari CNOOC (16,96%), BP (37,16%), Nippom (12,23%), MI Berau BV (16,3%), KG (10%).Proyek ini berkapasitas 7,6 metrik ton per tahun.
Wapres Jusuf Kalla ketika di Beijing pada Minggu (24/8) mengatakan harga yang disepakati dalam kontrak penjualan LNG Tangguh sangat rendah.
Kalla menilai harga yang ditetapkan untuk kontrak penjualan gas ke China pada 2002 tersebut merupakan kontrak yang paling jelek selama ini.
Kontrak LNG Tangguh yang ditandatangani 2002 menyebutkan nilainya sebesar US$3,3 per mmbtu. Sementara saat ini harga LNG di pasar internasional berada pada kisaran US$20 per mmbtu.
Edi seperti dikutip Antara sebelumnya mengatakan pada 2001-2003 ada sebanyak sembilan kontrak gas termasuk Tangguh yang harga terbentuknya serupa.
Saat itu, kontrak menggunakan batas atas harga Japan Cocktail Crude (JCC) antara US$23-26 per barel.
Harga kontrak LNG Tangguh ke Fujian, China memakai batas atas JCC sebesar US$26 per barel, LNG Darwin, Australia US$23, LNG Qatar US$24, LNG Oman US$25, dan LNG Sakhalin, Rusia US$25.
Harga LNG Tangguh sebesar US$20 per mmbtu merupakan harga kontrak di lokasi pembeli dengan asumsi harga JCC US$120 per barel.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang