Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Kamis, 28/08/2008 13:13 WIB

SBY bantah ikut tentukan harga LNG Tangguh

oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti

JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah tudingan yang menyebutkan dirinya bersama Wapres Jusuf Kalla ikut menentukan harga dalam kontrak LNG Tangguh.

"Apa betul saya dan Jusuf Kalla ikut menentukan harga? Jelas tidak mungkin," ujar Presiden Yudhoyono dalam Sidang Kabinet Paripurna pagi tadi.

Sebelumnya mantan presiden yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan keputusan kontrak penjualan LNG Tangguh kepada China diputuskan di kabinet.

Megawati, seusai acara peluncuran "PDIP Rumah Perempuan" di Kantor DPP PDI P di Jakarta pada Senin lalu mengatakan Presiden Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla juga berada di kabinet saat kontrak tersebut dibuat.

Wapres telah melakukan perjalanan ke China pada 22-24 Agustus. Negosiasi ulang kontrak LNG Tangguh menjadi salah satu agenda yang dilakukan Wapres selama berada di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Wapres menjelaskan kontrak ekspor LNG Tangguh untuk Provinsi Fujian, China tersebut merupakan kebijakan pemerintahan Presiden Megawati. Kebijakan yang dilakukan pemerintah pada 2002 tersebut jika dilihat dengan perkembangan saat ini harganya sangat rendah dan sangat merugikan Indonesia. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Badan Geologi segera berubah jadi LPND
  • BBM diduga turun lagi Februari 2009
  • 'Besaran penurunan harga solar tidak dipatok'
  • Irak akan bangun 4 kilang minyak
  • Harga solar bakal turun
  • Korsel kurangi impor minyak mentah
  • RI urutan ke-7 pemberi subsidi terbesar BBM
  • Produksi minyak dunia diprediksi turun
  • PLN jamin tidak ada defisit listrik pada 2009

Komentar

#1 - batalkan saja

lain kali kalau bikin kontrak, harga disesuaikan dengan mekanisme pasar(tidak tetap). Sekarang batalkan saja kontrak, bayar denda, kontraknya dialihkan buat supply domestic

wak culai - pekanbaru @ 30/08/2008 - 00:50 WIB dari 69.85.217.236 (pat236.usouthal.edu)

Beri Komentar