Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Kamis, 28/08/2008 15:37 WIB
SBY tanggungjawab renegosiasi LNG Tangguh
oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dirinya akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proses renegosiasi kontrak LNG Tangguh.
Pemerintah, lanjut Presiden Yudhoyono, akan membentuk tim negosiasi yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani. Tim tersebut juga akan didukung oleh sejumlah menteri terkait. Wapres Jusuf Kalla akan menjadi pengawas tim tersebut.
Presiden menambahkan tim akan membuat sasaran harga yang menyeluruh dan membandingkan antara kontrak LNG tangguh dan kontrak lainnya. Tim diharapkan dapat bekerja sesuai dengan sistem dan menghindari terjadinya konflik kepentingan.
"Sejak itu tanggung jawab ada di tangan saya. Saya tidak akan melempar kepada Wapres atau menteri atau tim negosiasi jika ada masalah tentang kebijakan atau substansi kontrak itu. Jangan ada keraguan dalam tim. Keputusan strategis harus di tangan Presiden karena Presiden bertanggung jawab. Jangan sampai tidak tahu jika masalah di kemudian hari," tegas Presiden.
Sebelumnya diberitakan Presiden membantah tudingan yang menyebutkan dirinya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut menentukan harga dalam kontrak LNG Tangguh.
"Apa betul saya dan Jusuf Kalla ikut menentukan harga? Jelas tidak mungkin," ujar Presiden Yudhoyono dalam Sidang Kabinet Paripurna pagi tadi.
Sebelumnya mantan presiden yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan keputusan kontrak penjualan LNG Tangguh kepada China diputuskan di kabinet.(tw)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang