Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Kamis, 28/08/2008 16:19 WIB
China dan Irak teken perjanjian minyak
oleh : Taufik Wisastra
SHANGHAI (AP): China dan Irak menandatangani perjanjian bernilai US$3 miliar yang memberikan kesempatan kepada perusahaan minyak terbesar China untuk membantu pengembangan ladang minyak Ahdab, ungkap Kedubes Irak di Beijing.
Kesepakatan ini memulihkan proyek yang dibatalkan setelah inveasi pimpinan Amerika serikat ke Irak pada 2003. Perjanjian tersebut ditandatangani olah para pejabat China dan Menteri Perminyakan Irak Hussain al-Shahristani.
Revisi dari perjanjian ini menaikkan produksi sumur minyak itu menjadi 110.000 barel per hari dari rencaana semula 90.000 bph. Kontrak berlaaku seelama 20 tahun setelah produksi dimulai tiga tahun dari sekarang.
Regim Saddam Hussein mengabaikan sanski PBB yang membatasi perjanjian langsung dengan pihak asing dalam industri minyak Irak. Regim itu menandatangani kesepakatan pada 1997 dengan perusahaan milik negara China National Petroleum Corp (CNPC).
Kontrak bernilai US$1,2 miliar pada saat itu memberikan konsesi kepada satu cabang perusahaan China untuk mengembangkan ladang berbasis bagi hasil selama 22 tahun. Nilai kontrak renegosiasi mencapai US$3 miliar.
Perjanjian baru ini merupakan kontrak layanan di mana China bukan merupakan mitra dalam profit melainkan dibayar atas pekerjaannya. Juru Bicara CNPC Liu Weijiang mengnatakan hari ini diaa tidak dapat memberikan informasi soal perjanjian itu
Segera setelah kesepakatan itu ditandatangani, maka akan menjaddi perjanjian minyak pertama era Saddam yang diberikan oleh pemerintahan baru Irak. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang