Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Kamis, 28/08/2008 18:49 WIB
Renegosiasi harga jual gas dinilai positif
oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis.com): Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menilai positif negosiasi ulang harga jual gas Tangguh kendati kontrak itu memiliki klausul untuk melakukan penyesuaian harga jual setelah empat tahun pengiriman gas.
"Memang sekarang ada baiknya itu dinegosiasi untuk cari yang terbaik," ujar Purnomo seusai mengikuti Sidang Kabinet Terbatas.
Dia belum dapat menjelaskan formula harga baru yang akan ditawarkan dalam negosiasi kontrak tersebut. "Itu memang strategi tim negosiasi. Biar ahli-ahlinya yang bernegosiasi," tegasnya.
Kesepakatan harga ekspor gas lapangan Tangguh ke China yang dinilai sangat murah, menurut Purnomo, sudah sesuai dengan biaya murah eksplorasi lapangan tersebut.
"Tangguh itu waktu diputuskan biayanya juga murah. Bayangkan saja British Petroleum berani berinvestasi Rp55 triliun, kalau itu proyek rugi mana dia mau," ujarnya.
Dia menambahkan penentuan harga waktu itu telah mempertimbangkan prediksi para analis yang menyebutkan harga minyak dunia pada saat itu berkisar US$10-US$20. Di dalam kontrak harga minyak dipatok pada harga US$25. Lonjakan harga minyak dunia di luar prediksi para analis.
"Karena kita mesti melihat pada waktu itu. Apa pada waktu itu kebayang harga minyak sampai US$100? Tidak pernah terbayang. Kita tanya analis, tanya OPEC, mereka bilang rata-ratanya US$10 hingga US$20. Coba siapa yang tahu harga minyak 10 tahun lagi." (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang