Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Jumat, 29/08/2008 14:40 WIB
Medco dan Pertamina pasok LNG untuk proyek baru
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bloomberg): PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Pertamina, sepakat menjual gas senilai US$16 miliar kepada Mitsubishi Corp, untuk membangun proyek LNG keempat berlokasi di Sulawesi.
Dua perusahaan minyak ini bersama-sama akan memasok 1,7 triliun kaki kubik gas dari dua ladangnya di Sulawesi selama 15 tahun kepada proyek Senoro LNG di Sulawesi, kata Kepala BP Migas R. Priyono, di Jakarta usai penandatanganan perjanjian.
Perjanjian juga berisi rencana proyek LNG berkapasitas 2 juta ton gas cair per tahun, sehingga rencana sebelumnya yang dapat memproduksi lebih per tahunnya dibatalkan karena harga gas mulai turun.
Proyek baru ini akan dapat membantu Jepang memenuhi pasokan energi setelah Indonesia memangkas pengiriman ke negara ekonomi terbesar kedua dunia ini sebanyak 75% untuk kontrak yang berakhir pada Maret 2011.
"Ini merupakan tonggak awal dimulainya konstruksi pembangunan proyek baru," kata Hidetoshi Otsuka, chief operating officer PT Donggi Senoro LNG, pemegang 51% saham Mitsubishi.
Produksi dijadwalkan mulai pada 2012 dan LNG (liquid natural gas/gas alam cair) akan dijual ke Jepang, kata Otsuka.
Medco memiliki 20% saham di proyek LNG baru ini dan Pertamina 29%. Proyek LNG bernilai US$1,4 miliar akan mengambil pasokan gas dari ladang Senoro, perusahaan yang sahamnya dimiliki bersama antara Medco dan Pertamina. Pertamina juga memiliki area Matindok yang juga berada di Sulawesi.
Harga gas alam cair juga terhubung dengan biaya impor minyak mentah Jepang, yang dikenal dengan nama Japan Crude Cocktail, dengan patokan harga minyak mentah senilai US$100 per barel, kata Priyono.
Harga minyak mentah siang ini di New York Mercantile Exchange kembali naik dari posisi penutupa tadi malam yakni 1,53% menjadi US$117,12 per barel, harga sempat menyentuh rekor tertinggi US$147,27 pada 11 Juli 2008.
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang