Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Selasa, 02/09/2008 19:31 WIB
Konversi minyak tanah hemat Rp7,7 triliun
oleh : John Andhi Oktaveri
JAKARTA (Bisnis.com): Dirut PT Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan program konversi minyak tanah ke gas elpiji telah mampu menghemat subsidi pemerintah terhadap minyak tanah sebesar Rp7,7 triliun sampai awal September tahun ini.
Penghematan subsidi sebesar itu, ujarnya, berasal dari penarikan minyak tanah di wilayah konversi yang selanjutnya diganti dengan pendistribusin gas elpiji. Akan tetapi, bila dikurangi dengan dengan biaya untuk tabung dan sejumlah komponen lainnya penghematan itu mencapai sekitar Rp5,8 triliun.
"Dari yang ditarik itu [minyak tanah] sudah didapat penghematan subsidi Rp7,7 triliun. Dan bila dikurangi untuk biaya untuk tabung dan sebagainya, maka penghematan neto sekitar Rp5,8 triliun sampai 1 September,” ujarnya seusai mengikuti rapat berkala soal konversi gas ke minyak tanah yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla, hari ini.
Dia mengakui kendati dari sisi penghematan pemerintah telah mencapai target, namun dari sisi penyebaran tabung dan kompor gas belum optimal. Menurut dia, sejak akhir 2007 pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 12 juta tabung dan kompor gas, namun angka itu baru 40% dari target untuk tahun ini 2008.
"Minyak tanah telah bisa kita tarik sebanyak 1,37 juta kilo liter dan pengisian elpiji sekitar 300.000 ton. Meskipun pencapaian baru 40%, tetapi minyak yang bisa kita tarik sudah mencapai 60%,” ujarnya. Untuk target penarikan minyak tanah sampai akhir tahun ini sebanyak 2,1 juta kilo liter.
Dia memastikan bahwa konversi di wilayah Jabodetabek telah selesai dan minyak tanah telah ditarik sehingga minyak tanah tidak digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga. “Sekarang kita akan memperluas ke wilayah lain, khususnya Jabar, Jateng dan Jatim,” katanya.
Ari juga menyebutkan ternyata jumlah minyak tanah yang ditarik dari daerah-daerah konversi itu melebihi perkiraan semula. Artinya, sebagian minyak tanah itu, sekitar 40%, tidak dipakai untuk rumah tangga dan usaha kecil.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang