Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Selasa, 02/09/2008 19:48 WIB
Pertamina siap disidik KPK
oleh : John Andhi Oktaveri
JAKARTA (bisnis.com): PT Pertamina siap disidik KPK atas kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam pendistribusian tabung dan kompor gas serta penarikan minyak tanah dalam program konversi minyak tanah ke gas.
"Kalau KPK mau periksa, oke silahkan kami terbuka," kata Dirut Pertamina Ari H. Sumarno dalam konferensi pers seusai rapat koordinasi soal konversi minyak tanah ke gas elpiji yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla hari ini.
Ari mengatakan sebagai institusi, pihaknya telah menjalankan program itu secara transparan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun demikian untuk memonitor langsung program konversi di masa datang, pemerintah akan membentuk tim gugus tugas yang akan mendampingi Pertamina.
Menurut dia, tim tersebut nantinya akan beranggotakan unsur dari Pertamina, Kejaksaan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta sejumlah departemen terkait.
"Karena program ini prioritas tinggi, karena penghematan yang dapat dicapainya, sehingga perlu pendampingan," katanya.
Menurut dia, tim pendamping itu antinya akan bisa memberikan klarifikasi atas prosedur konversi yang berjalan di lapangan. Pogram tersebut merupakan program yang menghilangkan kebiasaan masayarakat yang memanfaatkan kesempatan dengan mengambil keuntungan.
"Kalau harga subsidi Rp2.500-Rp3.000 dijual lagi dan disalahgunakan dengan mengambil keuntungan Rp4.000 dari 400 kilo liter yang ditarik di Jabotabek, maka jumlahnya Rp1,6 triliun hilang di situ,” katanya.
Ari mengaku tidak tahu pihak mana yang mendapatkan keuntungan itu. "Jadi ini program yang di satu pihak menghemat, di lain pihak tidak diuntungkan. Tapi ini luar biasa penghematan dan menghilangkan kebiasaan untuk menyeleweng," katanya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang