Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Rabu, 03/09/2008 16:47 WIB
Presiden tegur Pertamina dan Kementerian BUMN
oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi peringatan kepada PT Pertamina (Persero) dan Kementerian BUMN karena ketiadaan komunikasi yang baik antarlembaga.
Kepala Negara menyayangkan keputusan menaikkan harga jual elpiji yang diambil oleh Pertamina saat menjelang datangnya bulan puasa.
"Saya berikan teguran. Memang cara-cara berkomunikasi yang tidak rapi baik antara Pertamina dengan jajaran BUMN dengan menteri terkait sehingga menimbulkan simpang-siur seperti itu," tutur Presiden Yudhoyono dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan hari ini.
Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar 9,2% dari Rp5.350 per kg menjadi Rp5.750 per kg dan ukuran 50 kg sebesar 10% menjadi Rp7.255 per kg dari sebelumnya Rp6.878 per kg pada 25 Agustus dengan alasan harga bahan bakar itu belum ekonomis dan tidak sesuai dengan harga internasional.
Pada 1 Juli, Pertamina sebenarnya juga menaikkan harga elpiji ukuran 12 kg menjadi Rp63.000, atau naik 17,64%. Presiden mengingatkan semua pihak agar pengambilan keputusan tidak hanya dilakukan dengan memperhatikan aspek ekonomi semata tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial.
Pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga jual elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg hingga tahun depan. "Pastikan kebijakan ini tidak bawa masalah dan dengan demikian masyarakat bisa pahami dan sebagaimana biasa terus lakukan kegiatannya," ujar Presiden.
Kenaikan harga jual elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg menyebabkan konsumen beralih ke elpiji ukuran 3 kg yang disubsidi oleh pemerintah. Akibatnya di sejumlah daerah terjadi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg. Pertamina, kata Presiden, akan bekerja keras untuk mengatasi kelangkaan itu. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang