Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Senin, 08/09/2008 10:00 WIB

OPEC akan pertahankan produksi minyak

oleh : Berliana Elisabeth S.

WINA, Austria (Bloomberg): Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) akan mempertahankan produksi karena harga masih berada pada level US$106 per barel.

"Posisi kami adalah mempertahankan semuanya agar tidak berubah. Kami yakin pasar masih cukup suplai," kata Menteri Mineral dan Energi Ekuador Galo Chiriboga kepada wartawan di hotelnya di Wina.

Ke-13 negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) akan mempertahankan produksi pada pertemian besok di Wina, menurut 29 dari 32 analis energi yang disurvei Bloomberg pekan lalu.

Iran dan Venezuela akan mendukung OPEC untuk menjaga suplai pada posisi saat ini agar harga tidak anjlok hingga di bawah US$100 per barel.

"Mereka ingin menjaga pertumbuhan stok minyak mentahnya sehingga tidak akan menaikkan suplai, serta tidak ingin membuat harga langsung terjungkal. OPEC akan mengambil keputusan formal nantinya," kata Mike Wittner, head of oil research Societe Generale SA di London.

Harga minyak sudah anjlok US$41 per barel atau 28% dari rekor tertinggi US$147,27 per barel pada 11 Juli dipicu perlambatan ekonomi, penguatan dolar setelah sempat anjlok hingga terendah tiga tahun terhadap euro dan Badai Gustav yang tidak menyebabkan kerusakan pada refineri dan ladang minyak AS.

Permintaan minyak mentah diprediksi hanya naik 1% pada 2009, pertumbuhan terlamban dalam tujuh tahun, menurut prediksi OPEC pada 15 Agustus lalu.

Negara-negara anggota OPEC memiliki kuota produksi sebesar 592.000 barel per hari, lebih tinggi 29.673 dari batas bulan lalu. Irak tidak dikenakan kuota. Produksi dari 13 negara anggota turun 200.000 barel per hari dari periode Juli, rekor tertingginya.

Seluruh negara anggota memperkirakan Saudi Arabia akan memproduksi dengan kapasitas maksimum untuk memenuhi permintaan dan kompensasi dari penurunan suplai dari Nigeria dan Venezuela.

Adam Sieminski, chief energy ekonomist Deutsche Bank AG mengatakan meskipun mempertahankan pasokan minyak, OPEC akan tetap mempetahankan stoknya. "Jika harga naik, mereka akan membiarkan produksi seperti saat ini, namun ketika harga turun, mereka akan menaikkan sedikit," tutur Adam.

Rekor harga minyak mentah mendongkrak inflasi di Eropa menjadi 4% pada Juli dan berkontribusi terhadap kontraksi kuartal pertama di kawasan regional sejak euro diperkenalkan pada satu dekade lalu.

Mayoritas produksi minyak OPEC dalam beberapa bulan terakhir dipasok Saudi Arabia, produsen minyak terbesar dunia, dengan kenaikan produksi sebesar 500.000 barel per hari pada Juni dan Juli untuk meredam pasar.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Badan Geologi segera berubah jadi LPND
  • BBM diduga turun lagi Februari 2009
  • 'Besaran penurunan harga solar tidak dipatok'
  • Irak akan bangun 4 kilang minyak
  • Harga solar bakal turun
  • Korsel kurangi impor minyak mentah
  • RI urutan ke-7 pemberi subsidi terbesar BBM
  • Produksi minyak dunia diprediksi turun
  • PLN jamin tidak ada defisit listrik pada 2009

Komentar

Beri Komentar