Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Rabu, 17/09/2008 13:42 WIB
PT KA dan PT BA cari pinjaman Rp3,2 triliun
oleh : Bambang P. Jatmiko
JAKARTA (bisnis.com): Perusahaan patungan antara PT Kereta Api dan PT Tambang Batubara Bukit Asam akan mencari pinjaman Rp3,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan pendanaan anak perusahaan yang mencapai Rp6 triliun.
Direktur Keuangan PT KA Achmad Koentjoro mengatakan dana itu merupakan pendanaan tahap awal yang akan dipakai untuk menjalankan anak perusahaan. Sedangkan untuk memenuhi hingga Rp6 triliun akan dicari mekanisme setelah tahap pertama selesai.
Anak perusahaan patungan itu kemudian akan mengembangkan jalur KA yang menghubungkan area tambang batu bara milik PT BA di Muara Enim ke Parahan dan Kertapati.
"Untuk pinjaman itu, kami menjajaki dari bank milik pemerintah dahulu. Kami sejauh ini masih mencari bank yang akan minta pinjaman," ujarnya siang ini seusai menghadap Meneg BUMN Sofyan A. Djalil.
Dengan pengembangan kedua jalur itu nantinya kapasitas angkut KA dapat mencapai 20 juta ton batu bara per tahun dari selama ini 9,7 juta ton. Sejauh ini untuk jalur ke Parahan, kapasitas angkutnya masih mencapai 8 juta ton, sedangkan ke Kertapati sebesar 1,7 juta ton. Kedua perusahaan milik pemerintah itu pekan depan dijadwalkan ini akan menandatangani perjanjian kerja sama.
Sementara itu, Dirut PT BA Sukrisno mengatakan peningkatan kapasitas angkut KA itu akan membantu meningkatkan produksi dan penjualan perseroan. Sebab yang menjadi hambatan perseroan untuk penjualan dan produksi adalah sarana transportasi.
"Tentunya untuk mencapai kapasitas angkut 20 juta ton itu akan dilakukan secara bertahap. Tahun depan kami proyeksikan bisa memproduksi 11 juta ton dari selama ini 10 juta ton. Peningkatan ini karena sarana angkut batu bara sudah memadai," tambahnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang