Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Rabu, 17/09/2008 18:47 WIB
Subsidi listrik Rp60,43 triliun disepakati
oleh : Achmad Aris
JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah dan DPR sepakat menetapkan subsidi listrik untuk RAPBN 2009 sebesar Rp60,43 triliun dengan asumsi pertumbuhan listrik dinaikkan menjadi 7%.
Dirut PLN Fahmi Mochtar mengatakan asumsi pertumbuhan listrik sebesar 7% sangat realistis karena pertumbuhan listrik tahun ini sudah mencapai 7%.
"Jika ditetapkan sebesar 5,63% justru tidak realistis," katanya seusai mengikuti raker dengan Komisi VII di Gedung DPR Jakarta hari ini.
Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2009, anggaran subsidi listrik dialokasikan sebesar Rp60,43 triliun dengan menggunakan berbagai asumsi a.l. nilai tukar rupiah Rp9.100 per dolar AS, harga ICP sebesar US$100 per barel, alpha Pertamina untuk BBM PLN sebesar 5%, pertumbuhan penjualan listrik 6,72%, dan margin usaha sebesar 1%.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Sutan Batugana mengatakan DPR menyepakati usulan tersebut dengan catatan pemerintah melakukan optimalisasi penggunaan gas.
Anggota Komisi VII DPR Alvin Lie menambahkan usulan pemerintah tersebut dinilai masuk akal dengan upaya pengalihan dari pembangkit listrik ke gas terlebih diprediksikan harga batu bara juga akan turun.
Optimalisasi gas, jelasnya, sebagai pembangkit dapat mengurangi pemakaian BBM di mana biaya penggunaan BBM jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan bahan bakar lainnya seperti gas dan batubara.
"Nanti juga harus ada penghematan dan harus ada juga pertumbuhan pasokan listrik. Pengadaan diturunkan tapi pasokannya ditambah," pungkasnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga BBM di China turun 15% pekan depan
- Perusahaan minyak dunia pangkas biaya investasi
- Penyesuaian otomatis harga solar mulai Desember
- Pertamina-Pemex kerja sama eksplorasi minyak
- Chevron tutup produksi minyak di Nigeria