Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Rabu, 24/09/2008 12:07 WIB

Venezuela-China tingkatkan kerja sama minyak

oleh : M. Yunan Hilmi

BEIJING (Bloomberg): Presiden Venezuela Hugo Chavez menegaskan pihaknya mencapai kata sepakat dengan pemerintah China untuk membangun kilang minyak dan meningkatkan pengiriman minyak.

Kedua negara akan menandatangani perjanjian pembangunan pengelolaan minyak blok Junin 8 di Orinoco Belt, kawasan minyak terbesar di Amerika Selatan. Hal itu dijelaskan oleh Chaves di Beijing dalam wawancara jarak jauh dengan televisi Venezuela. Dengan kesepakatan itu, lanjutnya, makin mempererat kerja sama di bidang perminyakan yang diperkirakan mengandung cadangan minyak 40 miliar barel.

Chavez, yang berada di China dalam lawatannya ke sejumlah negara termasuk Rusia dan Kuba, berupaya mendekatkan diri dengan saingan-saingan AS. Awal bulan ini, Chavez mengusir dubes AS di Caracas dan menggandeng perusahaan gas terbesar di dunia asal Rusia, OAO Gazprom, untuk proyek gas lepas pantai.

China dan Venezuela, tambahnya, melanjutkan kerja sama yang berawal pada pembangunan kilang di Cabruta. "Kedua pemerintah akan menandatangani sejumlah perjanjian ke kemudian hari," ujarnya tanpa merinci lebih jauh.

Pada Mei, kedua negara sepakat untuk membangun pengolahan minyak di China dan membentuk perusahaan patungan untuk pengeboran minyak di area Junin, yang sudah mendapatkan kualifikasi dan sertifikasi adanya cadangan dari China National Petroleum Corp.

Perdagangan kedua negara diperkirakan melebihi US$8 miliar tahun ini. Saat ini, ekspor minyak Venezuela mencapai 331.000 barel per hari ke PetroChina Co, perusahaan minyak terbesar China.

Perdagangan bilateral mencapai US$6,23 miliar dalam tujuh bulan pertama tahun ini, naik dibandingkan dengan US$5,9 miliar posisi 2007. Negara Amerika Latin itu memasok 4% dari total impor minyak China. "Hubungan China dan Venezuela seperti normalnya negara dengan negara, tidak berdasarkan ideologi dan tidak ada target melawan pihak ketiga," kata Jubir Kementerian Luar Negeri Jiang Yu.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • IEA bakal pangkas demand minyak 2009
  • Investor Timteng siapkan Rp7 triliun untuk IPP
  • Rio Tinto kaji ulang proyek di Arab Saudi
  • Energy Sengkang bangun PLTG 60 MW

Komentar

Beri Komentar