Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Sabtu, 11/10/2008 13:13 WIB
IEA turunkan prediksi permintaan minyak
oleh : Taufik Wisastra
IEA mengurangi proyeksi 2009 hingga 440.000 barel per hari menjadi 87,2 juta bph, menurut badan yang berbasis di Paris itu dalam laporan bulanannya berdasarkan perkiraan ekonomi dari IMF.
Pertumbuhan suplai minyak dari bukan anggota OPEC tahun ini terganggu akibat topan yang melanda Teluk Meksiko dan kerusakan pipa di
“Permintaan melemah seiring prospek ekonomi. Kami kehilangan banyak minyak akibat badai di AS dan apa yang terjadi di Kaukasus dan
Harga minyak mingguan mencatat penurunan terbesar sejak 2004 akibat krisis kredit yang memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan mengurangi belanja konsumen atas produk minyak. Harga kontrak minyak merosot sekitar 44% sejak mencapai rekor US$147,27 di
IMF menyebutkan dalam World Economic Outlook pada 8 Oktober bahwa ekonomi negar maju tahun depan akan tumbuh pada level terendah sejak 1982. Negara industri akan tumbuh 0,5% pada 2009, turun dari 1,5% tahun ini. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- PGN belum revisi target kinerja 2009
- Pabrik batu bara cair di bangun di Sumsel
- Temasek jual PowerSeraya US$2,5 miliar
- Izin SPBU penolak premium akan dicabut
- PGN bangun stasiun induk CNG di Karawang