Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Sabtu, 11/10/2008 13:13 WIB

IEA turunkan prediksi permintaan minyak

oleh : Taufik Wisastra

 

 LONDON (Bloomberg): Badan Energi Internasional (IEA) menurunkan prediksi permintaan minyak global tahun depan hingga 0,5% akibat krisis financial terburuk sejak 1930-an yang mengancam resei global.

IEA mengurangi proyeksi 2009 hingga 440.000 barel per hari  menjadi 87,2 juta bph, menurut badan yang berbasis di Paris itu dalam laporan bulanannya berdasarkan perkiraan ekonomi dari IMF.

Pertumbuhan suplai minyak dari bukan anggota OPEC  tahun ini terganggu akibat topan yang melanda Teluk Meksiko dan kerusakan pipa di Azerbaijan.

“Permintaan melemah seiring prospek ekonomi. Kami kehilangan banyak minyak akibat badai di AS dan apa yang terjadi di Kaukasus dan Azerbaijan,” ujar David Fyfe, kepala Divisi Pemasaran dan Industri IEA.

Harga minyak mingguan mencatat penurunan terbesar sejak 2004 akibat krisis kredit yang memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan mengurangi belanja konsumen atas produk minyak. Harga kontrak minyak merosot sekitar 44% sejak mencapai rekor US$147,27 di New York pada Juli.

IMF menyebutkan dalam World Economic Outlook pada 8 Oktober bahwa ekonomi negar maju tahun depan akan tumbuh pada level terendah sejak 1982. Negara industri akan tumbuh 0,5% pada 2009, turun dari 1,5% tahun ini. (tw)

 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Badan Geologi segera berubah jadi LPND
  • BBM diduga turun lagi Februari 2009
  • 'Besaran penurunan harga solar tidak dipatok'
  • Irak akan bangun 4 kilang minyak
  • Harga solar bakal turun
  • Korsel kurangi impor minyak mentah
  • RI urutan ke-7 pemberi subsidi terbesar BBM
  • Produksi minyak dunia diprediksi turun
  • PLN jamin tidak ada defisit listrik pada 2009

Komentar

Beri Komentar