BEIJING (AP): Pemerintah China menginginkan semua PC yang dijual secara domestik sudah dilengkapi software yang memblok akses online ke situs porno.
Zhang Chenmin, general manager Jinhui Computer System Engineering Co, kepada AP menjelaskan peranti lunak yang disebut "Green Dam-Youth Escort" mampu mencegah komputer mengakses situs porno baik yang berisi gambar maupun bahasa. Jinhui, yang berbasis di Zhengzhou, Ibu Kota Henan di China bagian tengah, tengah mengumpulkan database situs-situs yang akan diblok.
"Menurut survei yang kami lakukan, banyak pelajar remaja sudah terbiasa dengan Internet porno dan biasanya mereka membagi alamat situs itu satu sama lain," kata Zhang.
Dia menjelaskan software itu juga dapat digunakan untuk menangkal jenis Web site lain, tergantung dari kata kuncinya. Pemerintah China secara rutin memblok situs politik, khususnya yang bisa membuat ketidakstabilan sosial seperti laman-laman yang menentang Partai Komunis, mengkampanye reformasi demokrasi atau advokasi bagi kemerdekaan Tibet.
Para orang tua, jelasnya, dapat mengembangkan sendiri daftar laman yang bisa ditambahkan ke dalam database yang di-blacklist. "Jika seorang ayah tidak menginginkan putranya membuka situs yang isinya terkait dengan bola basket atau obat-obatan, dia dalam memblok semua Web yang terkait dengan masalah itu," tutur Zhang seraya menambahkan user juga bisa melepas blok (unblock) laman dari database.
Zhang mengatakan perusahaannya telah menandatangani kontrak dengan pemerintah China senilai 21 juta yuan (US$3 juta) pada Mei untuk mengembangkan peranti lunak itu dan mendistribusikan ke pembuat PC secara gratis dalam 1 tahun. Pengembangan software itu dilakukan secara bersama dengan Beijing Dazheng Language Technology Co Ltd.
Pelanggan, tuturnya, dapat uninstall peranti lunak itu jika mereka menginginkannya.
China, negara terbesar pengguna Internet yang mencapai lebih dari 250 juta, tahun ini meluncurkan secara nasional program melawan pornografi di Internet. Lebih dari 1.900 Web sudah ditutup sejak kampanye digelar termasuk Google dan Baidu, situs pencari terkenal di China, yang dicurigai ada link ke situs yang dicurigai.
Produsen PC Lenovo Group, Hewlett-Packard Co, dan Dell Inc tidak bisa dimintai keterangan mengenai masalah ini, baik melalui telepon maupun email.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »