LONDON (Bloomberg): BP Plc menunjuk CEO Ericsson AB Carl-Henric Svanberg untuk menggantikan chairman Peter Sutherland di saat perusahaan minyak terbesar kedua di Eropa itu memperketat belanja.
Svanberg, 57, membangun reputasinya dengan membangkitkan kembali nasib produsen jaringan nirkabel terbesar di dunia itu. Sebelum bergabung dengan Ericsson, Svanberg adalah CEO pada Assa Abloy AB, di mana dia menciptakan pembuat jam terbesar di dunia dengan sedikitnya 45 akuisisi dan pertumbuhan penjualan tujuh kali lipat.
Sutherland, 63, menjadi chairman sejak 1997. Dia semula akan meninggalkan BP pada April, namun menunda kepergiannya karena kondisi bisnis yang buruk menghambat untuk mencari penggantinya.
BP tanpa diduga memilih eksekutif telekomunikasi seperti yang dilakukan Royal Dutch Shell Plc dengan menunjuk mantan CEO Nokia Oyj Jorma Ollila sebagai chairman pada Juni 2006.
"Sudah jelas bahwa perusahaan telekomunikasi global memberikan pengalaman bisnis internasional yang sangat bagus. Perusahaan [BP] kini kembali ke jalurnya dan akan terus tumbuh," kata CEO BP Tony Hayward dalam wawancara lewat telepon.
Svanberg menjadi pucuk pimpinan di Ericsson pada 2003. Dia menjadi CEO keempat dalam lima tahun dan bergabung dengan perusahaan itu setelah kerugian selama tujuh kuartal mencapai total US$4,7 miliar.
Ericsson yang berbasis di Stockholm terpaksa memberhentikan lebih dari setengah 105.000 tenaga kerjanya dan menjual saham bernilai 30 miliar kronor (US$3,8 miliar) untuk menutupi utang bersamaan dengan langkah yang diambil perusahaan telepon itu mengurangi ongkos. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »