JAKARTA: PT Indonesia ComNet Plus menawar harga terendah di 7 paket tender USO Penyediaan Layanan Internet Kecamatan (PLIK) hingga 70% dari pagu sehingga terancam tidak memenuhi persyaratan tender kecuali bisa mebayar biaya jaminan di muka sebesar 6% dari nilai tender.
Namun, Balai Telekomunikasi dan Informasi Perdesaan (panitia tender) masih belum memutuskan apakah perusahaan tersebut gugur atau tidak dari peserta tender.
Kepala BTIP Santoso Serad mengungkapkan panitia masih mengklarifikasi harga yang diajukan peserta tender dan belum diumumkan secara resmi.
Berlarut—larutnya klarifikasi harga dan tertundanya pengumuman disinyalir karena harga yang diajukan Icon+ jauh di bawah pagu.
Berdasarkan Keppres No. 80/2008 mengenai Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, harga terendah dalam tender yang dibolehkan minimal adalah 80% dari pagu. Apabila ada peserta tender yang menawar di bawah 80% dari pagu, maka harus membayar biaya jaminan di muka yang besarnya ditentukan kemudian.
Direktur Niaga Icon+ Virano Nasution mengatakan pihaknya serius dalam pelaksanaan tender tersebut dan memberikan komitmen ketersediaan jaringan dengan harga terbaik.
Berdasarkan daftar harga penawaran yang diperoleh Bisnis, Icon+ merupakan penawar terendah di paket pekerjaan 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 9. Adapun Lintasarta di paket 7 dan 8, sementara Telkom di paket 10 dan 11.(mrp/api)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »