Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Selasa, 21/08/2007 10:56 WIB

Ini seperti gelombang baru pada teknologi server

oleh : Deriz S. Syarief

Microsoft berupaya menggenjot bisnis server di Indonesia melalui kampanye Server Wave 2008 yang dibuka dengan memperkenalkan tiga produk siap rilis Windows Server 2008, SQL Server 2008, dan Visual Studio 2008. Bisnis mewawancarai Tal Adam Benzion, Marketing Director PT Microsoft Indonesia, tentang rencana pemasaran raksasa peranti lunak itu untuk jajaran produk server, berikut petikannya:

Sudah sampai di mana pengembangan Windows Server 2008 ? Windows Server 2008 atau yang banyak dikenal dengan nama kode "Longhorn," saat ini sudah tersedia versi siap uji Beta 3, sejak April lalu bisa di-download di situs Microsoft. Memasuki semester kedua 2007 sudah sampai pada tahap final dan siap diluncurkan ke pasar pada semester pertama 2008.

Mengapa kampanye ini bernama Server Wave?
Ini seperti gelombang baru di teknologi server karena kami akan merilis tiga produk sekaligus yang mencakup semua kebutuhan sistem teknlogi informasi perusahaan, mulai dari sistem operasi, database dan peranti pengembangan bagi developer. Dengam tiga produk ini sebagai pondasi, Anda sudah bisa membuka perusahaan dan dikembangkan kemudian dengan produk aplikasi.

Apa target Microsoft dengan kampanye ini ?
Target penjualan tentu ada karena pertumbuhan bisnis server di Indonesia tahun lalu mencapai 47%, tertinggi di Asia Pasifik. Melalui kampanye ini, kami ingin menunjukkan komitmen untuk merilis produk server baru tepat pada waktunya dengan skema dukungan selama 10 tahun, lima tahun untuk mainstream support dan lima tahun lagi extended support.

Produk desktop Microsoft sudah dikenal luas di pasar, sekarang apa tantangan yang dihadapi di pasar server ?

Walaupun pertumbuhan bisnis server tinggi, tantangan kami adalah persepsi di pasar. Di segmen bawah seperti server Web, produk Microsoft dipersepsikan lebih mahal daripada Linux atau Apache. Mahal dan murah itu sebenarnya tergantung dari benefit apa yang didapatkan dari harga yang dibayarkan. Di segmen high performance computing, pengguna masih lebih memilih produk berbasis Unix, ada persepsi Windows Server bukan untuk komputasi mission critical. Padahal, banyak bank dan bursa saham dunia menjalankan sistemnya di atas Microsoft. Persepsi ini bukan khas Indonesia, tapi terjadi juga di negara-negara lain.

Bagaimana Microsoft mengubah persepsi ini ?
Ada banyak cara, salah satunya memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mencobanya. Kami juga terus berkomunikasi dengan pengguna, antara lain melalui portal komunitas wss-id.org bagi para profesional teknologi informasi. Komunitas ini berkembang secara wajar dalam arti Microsoft tidak banyak campur tangan kecuali sebagai fasilitator. Siapa pun bisa bergabung, termasuk para pengguna peranti lunak open source, karena tujuan portal ini adalah saling berbagi pengetahuan.

Apakah Anda tidak khawatir komunitas ini akan melenceng dan akhirnya merugikan Microsoft ?
Tidak. Memang komunitas harus dibangun secara wajar jika tidak kami justru yang merugi karena kami tidak dapat mengetahui apa keinginan dan harapan pengguna. Komunitas memang bereaksi lebih keras dan lebih kritis, tapi bagi kami ini semua menjadi umpan balik untuk berkembang. Kritik dan saran ini kami kumpulkan dan dikomunikasikan dengan kantor pusat Microsoft di Redmond, AS.

Dari semua kemampuan baru pada Windows Server 2008, apa yang menurut Anda paling bermanfaat ?

Ada tiga pilar pada "Longhorn" ini, yakni peningkatan dalam hal pengendalian, perlindungan dan fleksibilitas. Menurut saya pribadi, kemampuan paling bermanfaat adalah fleksibilitas dalam menyesuaikan diri terhadap kebutuhan bisnis, khususnya kemampuan virtualisasi. Longhorn ini bisa menjadi server virtual untuk mengendalikan berbagai aplikasi dengan platform berbeda di lingkungan heterogen, memaksimalkan investasi yang sudah ada. Kemampuan virtualisasi ini membuat pengguna tak perlu lagi menggunakan aplikasi seperti VMWare karena sudah ada dalam Longhorn.

Mengapa virtualisasi semakin penting ?
Survei terbaru IDC menunjukkan alasan utama perusahaan membeli server adalah untuk melengkapi sistem yang sudah ada. Mengapa membeli server baru? Survei itu mengungkapkan 88% responden memerlukan server untuk Web, 97% menjawab untuk jaringan, 93% untuk aplikasi bisnis dan 77% untuk e-mail. Terus-menerus menambah server berujung pada tingginya biaya operasional, mem-virtualisasi-kan server menjadi salah satu solusi untuk menekan total biaya kepemilikan.

Dalam hal peningkatan pengendalian, bagaimana Anda melihat manfaatnya ?

Menurut riset yang kami lakukan, sekitar 70% anggaran teknologi informasi dialokasikan untuk pengelolaan. Kami berupaya menekan biaya dengan memberikan kemampuan scripting yang lebih baik melalui Power Shell, otomatisasi tugas-tugas, pengaturan jaringan berbasis policy, pengelolaan Web Server. Khusus untuk scripting, kami menemukan bahwa para administrator justru lebih senang scripting daripada memakai antar muka pengguna berbasis grafis. Ini bertolak belakang dari kebiasaan pengguna awam yang lebih menyukai grafis.
Pewawancara: Deriz S. Syarief

bisnis.com

 

Berita Lain

  • LG Secret ramaikan persaingan ponsel
  • Telkomsel FAST kembali digelar
  • Vietnam dirikan pusat pengembangan teknologi
  • StarHub-NTT DoCoMo garap aplikasi mobile wallet

Komentar

Beri Komentar