Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika
Minggu, 02/09/2007 11:40 WIB
Microsoft berdayakan potensi lokal
oleh : Roni Yunianto
JAKARTA: PT Microsoft Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pembangunan teknologi informasi dari tahap satu saat ini ke posisi kedua yang ditargetkan tercapai Desember 2008.
Dukungan itu antara lain dengan membantu kemampuan pengembang software lokal menggarap pasar utama TI dan memfasilitasi kerja sama antarpeneliti pada Microsoft Research Asia.
President Director PT Microsoft Indonesia Tony Chen menuturkan pihaknya akan melanjutkan program pemberdayaan mitra lokal dan menjaring lebih banyak mitra dalam setahun ke depan. "Salah satu strategi, kami akan melanjutkan pengembangan industri software lokal," ujarnya kemarin.
Upaya itu diyakini bisa turut meningkatkan posisi pembangunan TI Indonesia ke tahap kedua yaitu tahapan dengan indikator populasi pengembang independent software vendor (ISV) mencapai antara 300-600 ISV, penetrasi profesional developer sudah 30%-60% per 1.000 penduduk, penetrasi PC 10%-20%, tingkat pembajakan 60%-70%, dan belanja TI antara 0,5%-2% dari produk domestik bruto.
Menurut Tony, di Indonesia ada tiga sektor yang mendominasi pemanfaatan dan belanja TI yaitu sektor perbankan, manufaktur diskrit dan telekomunikasi. "Sektor-sektor ini porsinya 50% dari total belanja TI sebesar US$2 miliar. Kami harap mitra lokal bisa penetrasi ke situ," tandasnya.
Intinya, lanjut dia, mitra bisa membangun aplikasi-aplikasi dalam platform Microsoft. Di samping ISV, mitra lokal yang juga terlibat dalam model bisnis Microsoft di Indonesia adalah perakit PC lokal (system builder) yang berjumlah 1.500 perakit dan mitra penjualan lainnya a.l. 48 Gold and Certified Partners dan 800 Breadth Partners.
Dari hitungan Microsoft, saat ini secara rata-rata setiap US$1 penjualan Microsoft memberi sampai dengan US$22 penjualan mitra lokal tersebut. Software mempunyai pangsa sekitar 30% dari total pendapatan Microsoft di luar produk yang dipaket dengan peranti keras dan services. Dengan urutan dari terbesar Office, Server & Tools, Client.
Dia memberikan contoh pasar layanan TI adalah area yang menguntungkan bagi ISV atau sistem integrator. Rencananya, Microsoft akan menggandeng Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki) dalam mendorong ekosistem software lokal. Aspiluki beranggotakan 113 ISV atau SI.
Untuk menjaring mitra baru, Microsoft akan memperluas program itu ke Surabaya, Bandung, Batam, Medan dan Yogyakarta. Guna mendorong kemampuan pengembangan software di tingkat universitas, Microsoft juga akan memfasilitasi kerja sama antarpeneliti bersama Microsoft Research Asia di Beijing, China.
bisnis.com
Berita Lain
- Indosat gelar sensasi mudik
- Indosat wilayah EJBN tambah 600 BTS
- DPRD restui Pemprov Jateng lepas saham di SMT
- KPI akan tetapkan pedoman penyiaran
- 4 Tayangan di TV langgar ketentuan
Komentar
#1 - Bisa kurangi pembajakan
Saya kira bagus tuh ide boss microsoft Tony Chen untuk menggaet tenaga dan otak lokal. Menurut saya pembajakan software di Indonesia banyak disumbang oleh faktor2 : kreativitas anak2 Indonesia yang memang hebat (lihat tuh virus2 yang sanggup membuat dunia kelabakan) tetapi tidak punya media penyaluran yang tepat, mudahnya memperoleh software bajakan di pasaran, aspek penegakan hukum yg justru bisa menjadi makanan siap saji bagi para penegak hukum, dan sulitnya mendapat software yang legal. Jadi dengan ide untuk memberdayakan anak bangsa ada kemungkinan untuk menekan 60%-70% pembajakan di negeri ini (masak buatan sendiri juga mau disikat ...???).
Insan Kamil - - @ 24/11/2007 - 00:42 WIB dari 202.69.96.126 (202.69.96.126)