Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika
Senin, 24/09/2007 10:32 WIB
Mendukung Program Pendidikan di Indonesia
oleh : Ananta Gondomono
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah istilah yang sering diucapkan akhir-akhir ini sebagai upaya perusahaan berbagai sektor dalam mengembalikan sebagian keuntungan yang diperolehnya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di negara tempat perusahaan tersebut beroperasi. Memang tanggung jawab sosial korporat ini berawal dari perusahaan di industri minyak dan pertambangan, namun kini sudah merambah ke berbagai industri dengan konsep bantuan sosial yang jauh lebih baik.
Konsep CSR pada dasarnya mendorong korporasi untuk ikut memikirkan kepentingan masyarakat dengan cara mengambil tanggung jawab terhadap dampak dari aktivitas perusahaan di seluruh aspek operasinya yang dapat dirasakan oleh para pelanggan, karyawan, pemegang saham, masyarakat, serta lingkungan. Tanggung jawab ini mencakup hal-hal yang lebih jauh daripada sekedar apa yang diharuskan berdasarkan hokum dan peraturan yang berlaku. Perusahaan diharapkan secara sukarela mengambil langkah-langkah lebih jauh untuk meningkatkan kualitas hidup para karyawan serta keluarganya, dan juga bagi masyarakat sekitarnya serta masyarakat secara keseluruhan.
Bagaimana Microsoft Indonesia mengimplementasikan program CSR di tanah air dapat dilihat dari berbagai kegiatan di beberapa sektor kemasyarakatan: pendidikan, pertumbuhan industri piranti lunak lokal, masyarakat pedalaman/pertanian, dll.
Microsoft dan Pendidikan di Indonesia
Pada saat ini program Partners in Learning* di Indonesia telah memasuki tahun kelima dari penerapannya yang ditandai oleh suatu MOU dengan pihak Departemen Pendidikan Nasional. Beberapa inisiatif yang dilakukan di bawah Partners in Learning termasuk pelatihan pendidikan di bidang pemanfaatan komputer hingga pelatihan modul yang disebut Peer Coaching, penyelenggaraan kompetisi bagi guru yang inovatif dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar, serta suatu inisiatif untuk meningkatkan nilai sumbangan PC layak pakai dari perusahaan atau organisasi lain. Di samping itu Microsoft juga menjalankan perannya dalam menawarkan dukungan bagi perguruan tinggi unggulan guna melakukan penelitian bidang teknologi informasi.
Kegiatan utama dari Partners in Learning di Indonesia adalah mendukung berbagai pihak yang memiliki tujuan meningkatkan mutu pengajaran melalui peningkatan kemampuan profesional pendidik. Selama empat tahun belakangan Microsoft telah bermitra erat dengan Depdiknas, utamanya melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yang memiliki 30 Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP) di 30 provinsi. Program pelatihan pendidik yang mereka lakukan secara rutin merupakan satu cara strategis bagi Microsoft untuk menawarkan dukungannya dalam berpartispasi di dalam kegiatan pelatihan pendidik tersebut. Sejauh ini baru 4 LPMP yang berhasil dilayani oleh program Partners in Learning dengan menjalankan modul pelatihan Peer Coaching.
Peer Coaching sendiri sebenarnya lebih daripada sekedar pelatihan pemanfaatan informasi teknologi di sekolah. Modul pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru secara menyeluruh. Penekanan dalam pelatihan ini adalah pada komunikasi dan bagaimana para pesertanya berbagi materi ajar yang berbasis TIK. Oleh karenanya, para peserta modul pelatihan Peer Coaching sudah diasumsikan mampu dan terbiasa dalam menggunakan komputer di kelas. Yang penting adalah para peserta dibawa ke pemikiran bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalankan tugas-tugasnya karena rekan-rekan sesama pendidik ikut mendukung, dan mereka pun diharapkan juga memberi dukungan yang sama dalam pengajaran.
Oleh karena itu, salah satu jalan untuk pelaksanaan Peer Coaching yang efektif adalah melalui Majelis Guru Mata Pelajaran yang merupakan kumpulan para pendidik di satu mata pelajaran tertentu. Pelaksanaan Peer Coaching melalui asosiasi ini dapat berkembang luas dan tepat mengenai sasaran yang dimaksud karena jaringan "peer" tersebut sudah tercipta. Microsoft sendiri mengharapkan, dan ini yang memang terjadi, para peserta yang kemudian menjadi pelatih (atau Master Teacher) tersebut dapat melakukan pelatihan modul ini secara mandiri. Tanpa keikutsertaan Microsoft secara aktif di dalam pelaksanaannya, para Master Teachers merangkul rekan-rekan lainnya untuk menjadi Master Teacher dan melanjutkan program pelatihan ini secara mandiri. Efek "bola salju" ini lah yang memang diharapkan berlangsung. Dengan atau tanpa program Partners in Learning, pelatihan seperti halnya modul Peer Coaching ini harus dapat bermanfaat bagi para guru dan jika demikian maka seharusnya dapat dijalankan terus.
Inisiatif lain dari Partners in Learning seperti yang sudah diungkapkan di muka adalah apa yang dikenal sebagai Innovative Teachers Competition yang saat ini sudah 4 kali diselenggarakan secara tahunan. Kompetisi menarik ini senantiasa diikuti oleh banyak guru, dan bahkan kompetisis bulan Mei 2007 lalu juga diikuti oleh mahasiswa sekolah tinggi keguruan yang sudah menginjak tahun terakhir. Para peserta diharapkan dapat menyajikan upaya inovatif dan kreatif mereka dalam menggunakan bantuan TIK di dalam kelas. Sungguh menarik melihat bagaimana para guru tersebut dapat menggunakan TIK untuk membuat mata pelajaran mereka lebih berwarna dan lebih mudah dipahami. Para pemenang kompetisi ini bahkan dapat memperlihatkan bagaimana hasil pengajaran mereka telah meningkatkan nilai akhir dari siswa yang ada di kelas tersebut. Para pemenang ini juga diharapkan untuk tidak hanya dapat mengikuti kompetisi serupa di tingkat regional untuk kawasan Asia Tenggara namun akhirnya mengikuti kompetisi di tingkat dunia.
Kegiatan lain dari program Partners in Learning adalah apa yang disebut sebagai Fresh Start yang pada dasarnya merupakan partisipasi Microsoft untuk memberikan nilai tambah pada donasi perusahaan atau organisasi lain yang ingin menyumbangkan PC layak pakai ke lembaga pendidikan. Microsoft dapat membantu pihak lain yang menyumbangkan PC bekas ke sekolah-sekolah tersebut jika perusahaan itu menambahkan lagi hanya $2.50 bagi lisensi Microsoft Office bagi masing-masing PC per tahun. PC bekas tadi akan "diremajakan" oleh Microsoft dengan menginstal sistem operasi Microsoft Windows secara gratis di samping MS Office tadi. Di samping itu Microsoft juga akan mengirimkan para pelatihnya yang akan memperkenalkan para guru dari sekolah pemerima donasi, lengkap dengan materi pelatihan dalam bahasa Indonesia.
Microsoft Bermitra Dengan Pemerintah
Microsoft memang tidak bergerak di bidang pendidikan, tetapi perusahaan ini menyadari betul bahwa perkawinan antara teknologi dan pendidikan dapat menjadi pemicu yang luar biasa dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Pada gilirannya, jika sektor pendidikan dapat berkembang, pastilah seluruh kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa secara menyeluruh dapat berkembang pula.
Inisiatif Partners in Learning dari Microsoft memang ditujukan untuk hal tersebut di atas, yaitu mendukung komitmen ganda dari perusahaan dalam (1) memajukan mutu pendidikan, serta (2) mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas. Partners in Learning menjalankan misinya dengan cara membangun kemitraan dengan pihak pemerintah dan institusi pendidikan untuk mendukung para pendidik dalam memadukan teknologi ke dalam pengajaran, pembelajaran dan riset sehari-hari.
Berita Lain
- Indosat gelar sensasi mudik
- Indosat wilayah EJBN tambah 600 BTS
- DPRD restui Pemprov Jateng lepas saham di SMT
- KPI akan tetapkan pedoman penyiaran
- 4 Tayangan di TV langgar ketentuan
Komentar
#2 - Manfaat dukungan Microsoft Indonesia
Bulan yang lalu memang propinsi kami kedatangan para pelatih dari Microsoft di LPMP kami Makassr, sayangnya saya tidak diundang. Dari imbas yg saya peroleh dari para guru yang beruntung datang dilatih Peer Coaching oleh Microsoft (yang uniknya mereka adalah guru-guru juga), saya jadi terbuka wawasan untuk bagaimana memanfaatkan komputer untuk sebagaimana mestinya menjadi guru di jaman global dan jaman ICT ini. Saya jadi tergerak untuk memanfaatkan Yahoo Messenger yang selama ini hanya saya gunakan untuk chating menjadi alat yg cukup baik untuk bertukar file bahan ajar dengan teman-teman dan bahkan murid2 saya. Saat ini kami di sekolah sedang belajar membuat blog yang menurut para pelatih Microsoft cukup effektif untuk memuat materi pelajaran saya (maklum saya belum bisa membuat web sendiri, dan tentunya belum tahu membuat web site). Terima kasih untuk para pelatih Microsoft, kelak kalau ada pelatihan lagi mohon diundang ...
Rian Arba'i, SPd. - Indonesia @ 24/11/2007 - 00:26 WIB dari 202.69.96.126 (202.69.96.126)
#1 - HP mendukung pendidikan
Mungkinkah HP mendanai sekolah swasta baru? Sekolah saya masih menempati rumah pribadi saya. Saya ingin sekolah ini berkembang baik dan mempunyai gedung sendiri. Memang bukan gratis karena saya ingin sekolah bisa jalan tanpa bergantung donatur. Program kami bagus. Akan kami kirim jika HP berkenan. Boleh jika menjadi Sekolahnya HP dan CSR nya HP dan akan menjadi sumber daya yang tidak mengecewakan bagi HP.
Dewi - Jakarta Indonesia @ 09/10/2007 - 10:35 WIB dari 125.161.201.70 (70.subnet125-161-201.speedy.telkom.net.id)