Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Kamis, 17/01/2008 11:13 WIB

Roy Suryo: Naskah Supersemar yang beredar palsu

oleh : Djony Edward

JAKARTA (Antara): Pengamat multimedia dan pakar telematika Roy Suryo berkeyakinan bahwa naskah Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang beredar selama ini adalah palsu.

"Saya mengatakan, naskah yang beredar itu palsu," katanya kepada wartawan seusai menghadiri acara malam penganugerahan people of the year 2007 harian Seputar Indonesia di Jakarta, Rabu (16/1) malam.

Dalam kesempatan itu, Roy bahkan membagikan selebaran yang berisi empat buah versi Supersemar yang diberi tanda huruf A,B,C,dan D. Roy kemudian menunjuk perbedaan Supersemar yang menurut dia palsu dan asli.

Dari selebaran tersebut, memang ada perbedaan terutama pada bentuk tanda tangan Presiden Soekarno, tata cara atau justifikasi penulisan spasi, rata kanan-kiri, jarak penulisan antar-huruf pada kata Jakarta di akhir surat, serta adanya logo pada kepala surat.

"Naskah supersemar A,B,dan C sumbernya tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sedangkan naskah yang D, ada dalam film selluloid asli yang dimiliki oleh Arsip Nasional Republik Indonesia," kata Roy.

Film selluoid asli milik ANRI juga merekam kejadian bersejarah saat ketiga pejabat militer pembawa Supersemar yaitu Brigjen Amir Machmud, Mayjen Basuki Rachmat, dan Brigjen M Yusuf pulang dari Istana Bogor dengan membawa sebuah naskah kepada Presiden Soekarno.

"Awalnya dari sini, entah bagaimana kemudian bisa beredar beberapa naskah," katanya.

Oleh karena itu, Roy menegaskan bahwa tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa yang asli surat yang ada filmnya yang ada pada ketiga jenderal dan itu ada adalah naskah yang D.

Saat pidato kenegaraan terakhir Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1966, tambah Roy, juga jelas disebutkan bahwa supersemar sebenarnya bukan pengalihan kekuasaan, melainkan pengalihan pengamanan.

Perintah pengamanan jalannya pemerintahan, dan perintah pengamanan keselamatan Presiden Soekarno.

"Saya berani menyimpulkan, karena yang lain-lain tidak pernah jelas sumbernya. Tapi, kalau yang D jelas saat surat itu terbit," katanya.

Roy menambahkan bahwa dirinya bukan orang yang pertama meragukan kebenaran supersemar yang beredar. Karena itu, menurut dia , perlu dimulai dari sekarang untuk meneliti dan melakukan verifikasi lebih lanjut oleh sejarawan dan para pakar lainnya.

bisnis.com

Berita Lain

  • Axiata ingin kuasai pasar telekomunikasi di Asia
  • RI perlu contoh tender WiMax Malaysia
  • Samsung luncurkan Samsung Jet
  • LG targetkan pangsa pasar HP 10% di Asia
  • Nokia kenalkan 3 produk baru
  • Mantan eksekutif GE jadi CFO Yahoo
  • Unilever luncurkan tanyapepsodent.com
  • Usia warnet tinggal lima tahun lagi
  • Perangkat telekomunikasi ramah lingkungan kian populer

Komentar

Beri Komentar















フレッツ光 | FX | バイク買取 | FX初心者 | 債務整理 | 住宅ローン | 結婚相談所 | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル