Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Rabu, 05/03/2008 22:17 WIB

Semangat mereka inspirasi saya

oleh : Sitta Supomo, Community Affairs Manager Microsoft Indonesia

Dua wanita ini hanyalah salah satu contoh kehidupan manusia, namun ada yang kalau lupa kita sadari bahwa semangat mampu merubah langkah dan hidup seseorang.

Community Training Center yang didirikan oleh Microsoft Indonesia bekerja sama dengan Batamindo dan LSM Sirih Besar dimana diharapkan mampu memberi arti penting bahwa akses terhadap informasi mampu membuka bayak kesempatan. Mari kita tengok cerita menarik dibalik suatu sarana pelatihan dan semangat manusia.

RATNA YANTI: SEMANGAT

Ratna yang manis dan asal Yogyakarta ini mengambil inisiatif sendiri untuk belajar ketrampilan komputing di CTC Batam. Kebetulan ia berkerja di salah satu pabrik elektronik di kompleks area industri Batamindo, dimana CTC berada. Beberapa malam dalam seminggu ia berlatih - dan kini baru saja merampungkan program kursusnya.

"Saya ingin melanjutkan sekolah," katanya. Ratna memang ingin menebus kegagalannya berkuliah ketika dulu di Yogya. "Saya sebetulnya diterima di Universitas Sanata Dharma jurusan Sastra Indonesia," ujarnya. "Tapi karena saya telat satu hari membayar SPP, nama saya pun dicoret," kisahnya - kini sudah tak lagi sedih.

Lalu ia pun hijrah ke Batam, mengikuti jejak sang kakak. Ia sudah memperpanjang kontrak selama dua kali, dan kontrak terakhirnya akan segera berakhir tahun ini. Sadar akan pendeknya umur karir sebagai buruh pabrik, Ratna ingin melanjutkan sekolah di Bentara Persada, jurusan Manajemen Global. "Sekolahnya malam hari, dari jam 6 hingga 10, sehingga saya masih tetap bisa bekerja," katanya lagi.

Semangatnya memang patut diacungi jempol. Ratna sendiri kini menantikan CTC bisa berfungsi sebagai warnet. "Saya sudah belajar internet sedikit-sedikit, tapi di sini kan belum bisa online. Kabarnya mau cepat dibuka kelas internet ya?," sahutnya lagi.

Pengelola CTC memang berniat untuk mulai membuka Kelas Pengenalan Internet, dalam waktu terbatas mengingat masih mahalnya sewa internet di sana (karena harus memakai fasilitas khusus dari Batamindo yang memiliki jalur khusus untuk area industri yang bisa jadi lebih handal, namun juga lebih mahal dari jaringan Telkom Speedy, misalnya).

SARI: HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

Cerita tentang keberhasilan Sari - mantan buruh migran - sudah terekspos di bebrapa harian di Batam. Kini berkerja sebagai satu dari dua staf tetap CTC di Batam, Sari telah berkerja menjadi TKW di Malaysia sejak berusia 12 tahun. Dua tahun terakhir sebagai TKW di Malaysia, Sari mengalami perlakuan tidak baik dari majikannya, bahkan gajinya selama 2 tahun tidak dibayarkan. Waktu itu usianya sudah 18 tahun.

Sari pun terdampar di Tanjung Pinang, dan ditemukan oleh LSM Sirih Besar pimpinan Sofiar. "Saya gemas karena kasusnya hingga kini tetap tidak diselesaikan. Padahal kan kita punya nama dan alaman mantan majikannya itu," jelas Sofi. Komitmen aparat dari dua pihak memang kurang. Sari kemudian mengikuti program pelatihan komputer yang diselenggarakan oleh CTC di Batam.

Ia lantas juga ditawari untuk menjadi staf di CTC dan kadang membantu melatih. Ketika berkerja di CTC inilah ia bertemu lelaki yang baru saja dinikahinya. Suaminya kala itu berkerja di YMKK - LSM dimana CTC kini beranung - sambil mengerjakan skripsi tentang buruh migran.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penurunan tarif tak pengaruhi ARPU
  • Huawei targetkan penjualan US$4,1 miliar
  • Pengguna Internet akan capai 1,7 miliar
  • KDDI tawarkan panggilan telepon gratis
  • Nokia akan beli 52% saham Symbian
  • Hewlett-Packard ekspansi ke segmen UKM
  • Telkom Jatim garap komunitas pendidikan
  • Huawei kaji jual saham mayoritas US$4 miliar
  • Yahoo umumkan enam mitra baru di Asia

Komentar

Beri Komentar