Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika
Kamis, 17/04/2008 12:07 WIB
APJII akan turunkan tarif ritel internet
oleh : Arif Pitoyo
JAKARTA: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan menurunkan tarif ritel internet sebesar 20%-40% mulai Juni seiring dengan turunnya tarif sewa jaringan (leased line) mulai bulan ini.
Berdasarkan Keputusan Dirjen Postel No. 115/2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Besaran Tarif Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Sewa Layanan Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan Prosedur Layanan Sewa Jaringan, maka tarif sewa jaringan telah diturunkan.
Ketua Umum APJII Sylvia W. Sumarlin menandaskan pihaknya akan segera menurunkan tarif ritel Internet kepada masyarakat seiring dengan diperbaruinya kontrak dengan penyedia jaringan.
"Namun penurunan tersebut tidak bisa serentak dilakukan mengingat habisnya kontrak setiap PJI terhadap penyedia jaringan adalah berbeda-beda. Akan tetapi dipastikan mulai Juni sudah banyak penyelenggara jasa yang merevisi kontraknya," tuturnya kepada Bisnis kemarin.
Asosiasi itu memastikan penurunan dapat segera direalisasikan secara penuh pada tahun depan mengingat seluruh kontrak bisnis anggotanya dengan penyedia jaringan akan habis tahun ini.
Penurunan sewa jaringan hanya terdapat pada komponen sambungan internasional atau sepertiga dari seluruh biaya yang meliputi sambungan internasional, last mile, dan local loop.
APJII mengungkapkan penurunan tarif sewa sebesar 40% bisa mengurangi biaya produksi pada segmen internasional sehingga harga yang diberikan ke[ada pelanggan turun 20%-40%.
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berharap penurunan sewa jaringan dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan tarif akses Internet yang dikenakan kepada masyarakat umum setelah para PJI merevisi ulang kontrak dengan penyedia sewa jaringan Internet.
Sebagai contoh, dengan mengacu pada dokumen sewa jaringan milik PT Telkom Tbk sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan domin an dapat diketahui bahwa dipastikan penurunan tarif berkisar antara 46%-81% sesuai jarak untuk point to point (belum ke area end user-nya), seperti mislanya biaya instalasi sebesar Rp2,4 juta baik sewa jaringan hingga 5 km maupun lebih dari 500 km.
Sewa jaringan antara 5-20 km dikenai biaya langganan sebesar Rp2,45 juta per bulan atau turun 81% dari sewa eksisting sebesar Rp6,9 juta per bulan. Jika dibandingkan dengan negara lain, tarif yang ditetapkan PT Telkom Tbk masih jauh lebih rendah dari Singapura, Australia, dan Thailand.
Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) menyambut gembira terhadap rencana penurunan tarif ritel oleh APJII selama penyelenggara jasa menjamin kualitas jaringan tetap baik.
Ketua Dewan Penasihat Awari Judith MS Lubis menandaskan penurunan tarif Internet ritel oleh penyelenggara jasa tidak serta merta menurunkan tarif warnet.
"Sulit bila warnet dipaksa turun harga, mengingat untuk saat ini saja sudah banyak kanibalisme terhadap perangkat atau pun sumber daya manusia yang dimiliki," ujarnya.
Awari mengungkapkan terdapat banyak komponen yang memengaruhi biaya akses Internet dari warnet, bukan hanya akses ke PJI. Komponen biaya yang dimaksud diantaranya adalah listrik, tenaga penjaga, pemeliharaan perangkat keras, dan biaya lisensi software.
Judith menandaskan bila harga akses warnet diharuskan turun mengikuti turunnya tarif dari APJII, maka dapat dipastikan industri warung Internet akan hancur.(api)
bisnis.com
Berita Lain
- Yahoo! dan Google tunda kerja sama iklan
- Program bundling handphone kurang direspons
- Indosat Jatim naikkan kapasitas komunikasi
- WiMax serap 5% pasar pita lebar
- Trafik panggilan keluar XL akan capai 100%