Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Selasa, 29/04/2008 19:13 WIB

Stok modem di Surabaya makin langka

oleh : Dwi Wahyuni


SURABAYA (Bisnis): Sejumlah agen komputer di Surabaya enggan menjual modem menyusul aksi sweeping produk elegal yang dilakukan sejumlah aparat beberapa waktu lalu sehingga stok barang tersebut di pasaran semakin langka.

"Pedagang masih berhati-hati mendistribusikan barangnya [modem] karena sebagian besar dari mereka tidak bisa membedakan komponen komputer yang mereka dapatkan dari distributor itu ilegal atau tidak," ujar Handoko, salah satu agen komputer di Surabaya yang juga mantan ketua bidang pameran Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Jatim.

Akibatnya, kata dia, stok modem di Surabaya semakin langka karena pedagang memilih menyimpannya. Sebagian mendesak distributor sebagai pemasok untuk mengurus perizinannya.

Menurut dia, seharusnya pemeriksaan komponen komputer yang diduga ilegal oleh Depkominfo itu cukup dilakukan di tingkat distributor. Pasalnya permasalahan sertifikasi komputer impor itu merupakan tanggungjawab distributor. "Merekalah yang tahu persis apakah barang yang diimpornya itu legal atau bukan."

Berdasarkan catatan Apkomindo, sejak operasi sweeping itu merebak beberapa waktu lalu, pedagang komponen komputer banyak yang menghentikan operasionalnya. Sebagian malah memilih menutup usahanya karena merasa tidak nyaman.

Karena itu tidak heran jika belakangan sejumlah produk komponen komputer hilang dari pasaran. Apalagi pasokan modem ADSL serta beberapa perangkat perlengkapan Internet lainnya  hingga sekarang masih langka karena penjualan produk tersebut harus disertai sertifikasi. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penurunan tarif tak pengaruhi ARPU
  • Huawei targetkan penjualan US$4,1 miliar
  • Pengguna Internet akan capai 1,7 miliar
  • KDDI tawarkan panggilan telepon gratis
  • Nokia akan beli 52% saham Symbian
  • Hewlett-Packard ekspansi ke segmen UKM
  • Telkom Jatim garap komunitas pendidikan
  • Huawei kaji jual saham mayoritas US$4 miliar
  • Yahoo umumkan enam mitra baru di Asia

Komentar

Beri Komentar