Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Jumat, 02/05/2008 16:42 WIB

Tarif telepon seluler selamatkan inflasi

oleh : Fita Indah Maulani


JAKARTA (Bisnis): Penurunan tarif telepon seluler menyelamatkan angka inflasi pada April 2008 sebanyak 0,21% sehingga inflasi bulan lalu hanya 0,57% dibandingkan Maret.

Penurunan harga juga menyumbang deflasi sebesar 0,09%, lebih tinggi dari sumbangan ikan segar dan cabai merah dengan sumbangan 0,05%.

Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Bambang Sabarudin mengatakan jika tidak ada penurunan tarif telepon seluler maka angka inflasi April bisa mencapai 0,78%.

"Tingkat inflasi bulan ini diselamatkan oleh tarif telepon selular dan beras," ujarnya dalam rilis BPS hari ini.

Dia menuturkan inflasi April sebesar 0,57% jauh lebih jinak dibandingkan inflasi Maret sebesar 0,95% walaupun tingkat inflasi April 2008 dibandingkan dengan April 2007 mencapai 8,96%.

"Tingginya inflasi tahunan pada April terjadi karena pada periode yang sama tahun lalu Indonesia mengalami deflasi. Bulan depan angka inflasi tahunan bisa menembus 9% karena pada Mei 2007 tingkat inflasi hanya 0,10%," ujarnya.

Dia memperkirakan tingginya inflasi tahunan akan terjadi hingga Juni mendatang dengan asumsi inflasi tahun lalu masih kecil pada bulan tersebut, sebesar 0,23%. "Situasi tiga bulan ke depan secara tahunan (year on year) memang tidak menguntungkan." (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Yudhoyono & Gates bahas kontribusi TI
  • Bill Gates bertemu Presiden Yudhoyono
  • Indovision dominasi pasar tv berbayar
  • SBY: Pemerintah pertimbangkan keluar dari OPEC

Komentar

Beri Komentar