Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika
Selasa, 06/05/2008 15:14 WIB
SBY: Pemerintah pertimbangkan keluar dari OPEC
oleh : Erna Sari Ulina Girsang & Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan akan membahas kemungkinan keluar dari keanggotaan organisasi negara-negara penghasil minyak (OPEC).
Kebijakan ini, menurut Presiden, perlu dilakukan mengingat Indonesia merupakan negara importir minyak, meskipun masih memproduksi minyak.
"Indonesia sekarang ini bukan negara pengekspor minyak, tetapi juga impor. Jadi akan dipertimbangkan lagi, akan tetap menjadi anggota OPEC atau keluar dari OPEC," jelasnya di Jakarta, hari ini.
Yudhoyono mengatakan pemerintah akan fokus pada upaya pembenahan produksi.
Menanggapi kebijakan ini, Menko Perekonomian Boediono mengatakan saat ini produksi minyak dalam negeri tidak dapat lagi memenuhi semua kebutuhan nasional, sehingga Indonesia bukan murni eksportir minyak seperti anggota OPEC lainnya.
Sehubungan dengan itu, dia mengatakan saat ini pihaknya sedang membahas keuntungan dan dampak negatif jika Indonesia keluar dari OPEC, termasuk sejumlah langkah lanjutan yang akan dilakukan pemerintah.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat meminta agar pemerintah dengan serius mengkaji dampak keluarnya Indonesia dari OPEC.
Pada prinsipnya, kata dia, pihaknya akan mendukung jika keputusan politik itu dinilai pemerintah menguntungkan Indonesia.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Pelanggan Hepi Jawa & Bali dipatok 30%
- Presiden terima Chairperson Intel Corp
- Icahn coba kontrol dewan direksi Yahoo's
- Program Kartu As School Community digelar
- Singtel bukukan kenaikan laba 11%