Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika
Selasa, 01/07/2008 19:42 WIB
Penurunan tarif tak pengaruhi ARPU
oleh : Dwi wahyuni
SURABAYA (Bisnis.com): Telkomsel Area III Jawa Bali optimistis program tarif murah yang akhir-akhir ini gencar ditawarkan kepada pelanggan tidak akan berdampak pada penurunan Average Revenue Per User (ARPU).
Vice President Telkomsel Area Jawa Bali Irfandi Firmansyah mengatakan kompetisi bisnis telekomuniksi seluler khususnya di Jawa semakin ketat dengan munculnya banyak varian harga yang ditawarkan oleh hampir semua operator. Itu sebabnya tidak mengherankan jika sebagian kalangan khawatir penurunan tarif akan berpengaruh terhadap pendapatan industri bersangkutan.
Valuasi nilai perusahaan operator telepon seluler itu berdasarkan tingkat ARPU yang merupakan belanja atau pendapatan rata-rata per pelanggan. ARPU ini akan langsung terkait dengan produktivitas pelanggan. Jika tingkat ARPU turun, otomatis valuasi nilai perusahaan operator bersangkutan akan ikut menurun.
Namun, kata Irfandi, Telkomsel tetapi optimistis penurunan tarif telekomunikasi tidak akan berdampak pada turunnya ARPU. "Penurunan nilai belanja telekomunikasi per pelanggan itu bisa didongkrak dengan kenaikan trafik per pelanggan baik percakapan maupun SMS," ujar Irfandi seusai meluncurkan tarif Rp0,5 detik tanpa batas (sepanjang hari) dan berlaku ke semua operator kepada pelanggan SimPati di Surabaya.
Dia mencontohkan jika selama ini satu orang biasa melakukan SMS sebanyak delapan kali per hari, dengan tawaran tarif murah mereka bisa melakuka SMS hingga 12 kali per hari. Artinya banyak dari pelanggan yang ternyata tetap mempertahankan nilai belanja telekomunikasinya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Microsoft turunkan harga Xbox 360
- Telkom Jateng-DIY tambah kapasitas di Karimunjawa
- Media jangan siarkan hal mistis
- Smart Telecom perluas lagi jaringan di Jatim
- Total pelanggan seluler China terbesar di Asia