Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Rabu, 16/07/2008 12:07 WIB

Laba Nokia melambat terendah 4 tahun

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA: Nokia Oyj, produsen telepon genggam terbesar, pertumbuhan laba bersihnya diprediksi melambat pada kuartal kedua 2008, terendah dalam empat tahun dipicu krisis ekonomi.

Para analis yang disurvey Bloomberg mengistimasi laba bersih pada kuartal kedua 2008  hanya bertumbuh 1,8% menjadi 12,8 miliar euro (US$20,5 miliar) dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu.

Angka itu merupakan yang terendah sejak 2004. Pendapatan bersih malah bakal anjlok 56% dari tahun lalu meski memperoleh laba dari inovasi baru Nokia Siemens Networks.
Pendapatan bersih akan turun menjadi 1,26 miliar euro, atau 34 sen per saham, sedangkan pada kuartal kedua tahun lalu masih 2,83 miliar euro atau 72 sen per saham.

Harga saham Nokia meluncur 41% tahun ini dipicu spekulasi perlambatan ekonomi AS dan Eropa, serta tingginya laju inflasi di negara pasar berkembang (emerging market) yang berdampak pada penurunan permintaan.

Persaingan yang semakin ketat juga mempengaruhi penurunan pendapatan Nokia. Bahkan perusahaan yang berbasis di Finlandia ini tidak mencapai target laba bersih pada April dan memangkas proyeksi untuk penjualan handset pasca pelemahan dolar AS sehingga mengurangi pendapatan karena berdenominasi euro.

Nokia juga bersaing ketat dengan Apple Inc dang prosuk iPhone 3G, handset dengan pencarian Internet yang diperkenalkan pada 11 Juli, serta BlackBerry dari Research In Motion Ltd.

Chief Executive Officer Nokia Olli Pekka Kallasvuo bulan ini akan menyelesaikan pembelian Nartveq Corp, pembuat peta navigasi terbesar, senilai US$8,1 miliar untuk menambah konten di produknya.

Laporan keuangan Nokia menurut rencana diumumkan besok sekitar pukul 1 p.m waktu Helsinki.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Google akan jual iklan untuk NBC
  • DKI akan bangun 5 unit menara BTS
  • Microsoft turunkan harga Xbox 360
  • Telkom Jateng-DIY tambah kapasitas di Karimunjawa

Komentar

Beri Komentar