Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika
Senin, 11/08/2008 17:31 WIB
Ponsel China ekspansif ke Indonesia Timur
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): Ponsel China berlomba-lomba menggenjot pasar dua jalur di luar daerah menyusul ketatnya kompetisi produk tersebut di wilayah Jakarta.
Presdir My G Mobil, Agus Salim, mengatakan kendati pangsa pasarnya masih terbuka lebar, persaingan bisnis ponsel di Jakarta sudah tergolong ketat. Pasalnya hampir semua vendor berlomba-lomba mengkonsentrasikan pemasarannya di ibu kota tersebut.
Menurut dia, jika tidak ada strategi baru dapat dipastikan bisnis ponsel China bisa tergerus seperti yang terjadi pada indutri mobil China (mochin). Itu sebabnya, pasar di luar daerah juga harus menjadi pertimbangan.
"Kendati ceruknya tidak seluas Jakarta, namun potensi market di kota-kota besar di luar Pulau Jawa tidak kalah besar, sementara tingkat persaingannya sendiri masih relatif rendah," ujar Agus pada peluncuran gerai My G Mobile di Surabaya.
Dia memulai bisnis ponsel yang diproduksi di China ini dengan merambah kota-kota besar di Sumatera. Setelah pasarnya kuat di luar Jawa, tahun ini baru menggarap pasar Surabaya dan Indonesia Timur lainnya. Agus optimistis dapat meraih pangsa pasar hingga 6% di wilayah itu.
Dia berharap strategi pemasarannya yang justru memperkuat pasar di daerah ini akan dapat meningkatkan pertumbuhan penjualan perusahaan tersebut hingga 20% per tahun. Penjualan My G saat ini baru didominasi lima daerah yakni Palembang, Pekanbaru, Aceh, Jambi, dan Jayapura, dengan kontribusi di atas 50%.
Strategi pemasaran yang dimulai dengan produk aksesori ini membidik segmen khusus yakni para pelajar dengan tawaran harga ponsel lengkap dengan fitur TV relatif murah dibanding produk sejenis. "Kami mengandalkan fitur-fitur yang dibutuhkan anak muda, terutama multi media, MP4, TV turner, dual on GSM dan CDMA."
Menurut Agus, saat ini berkembang dua fenomena besar d alam industri selular. Pertama adalah tingginya minat masyarakat terhadap ponsel TV. Ini ditandai dengan suksesnya para vendor yang menyediakan jenis ponsel tersebut. My G sendiri memiliki sejumlah produk ponsel TV seperti My-G 660, My-G 638 dan My-G 800).
Fenomena kedua adalah semakin menariknya tawaran tarif dari berbagai operator GSM dan CDMA. Kondisi itu mau tidak mau mendorong pelanggan menggunakan dua kartu, GSM dan CDMA, sekaligus. "Ceruk inilah yang kini menjadi peluang bagi produsen ponsel dual on," tambahnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis dorong pengiklan lirik Internet
- Nilai bisnis telekomunikasi 2008 capai Rp70 triliun
- Acer targetkan penjualan eMachines 20%
- Pasar komputer di Surabaya makin lesu
- Content provider 3545 diduga melakukan penipuan