Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Kamis, 14/08/2008 15:20 WIB

Pemerintah tak campuri Indosat soal Al-Manar

oleh : Ratna Ariyanti


JAKARTA (bisnis.com): Menkominfo M. Nuh menegaskan pemerintah tidak akan mencampuri Indosat dalam pengambilan keputusan terkait keberatan pemerintah Amerika Serikat atas kontrak sewa transponder satelit Palapa C2 milik Indosat oleh Al-Manar.

AS berpendapat stasiun televisi Al-Manar dapat menyiarkan propaganda Hizbullah yang sarat dengan pesan kekerasan di wilayah Asia Pasifik. Kedutaan Besar AS di Indonesia juga telah meminta Indosat membatalkan kontrak.

"Itu [permintaan keberatan pemerintah AS] kami kembalikan lagi ke Indosat sebagai entitas bisnis independen. Dia [ndosat] tahu pasti mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Kami berikan kepada Indosat. Silahkan dikaji. Kalau memenuhi persyaratan dilanjutkan, kalau enggak ya disetop," tutur Nuh seusai upacara penyerahan tanda kehormatan di Istana Negara hari ini.

Keputusan Indosat, lanjutnya, murni karena pertimbangan dan perhitungan bisnis dan tidak dipengaruhi oleh keberatan yang disampaikan AS. Nuh menegaskan Indonesia menolak intervensi AS.

"Kita tidak ingin dan tidak mau ada intervensi atau permintaan dari negara manapun yang mengubah prinsip dasar tentan kemandirian kita dalam mengambil posisi," ujarnya.

Dia menambahkan dirinya tidak pernah menerima surat keberatan mengenai kontrak sewa satelit tersebut dari pemerintah AS. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • KPPU mulai teliti dugaan monopoli frekuensi MNC
  • E-commerce dari Indonesia tumbuh 80%
  • Kliring telekomunikasi tertunda masalah hukum
  • Pemerintah belum tunjuk Telkom sebagai pelaksana USO

Komentar

#1 - Perangi Teroris

Jangan biarkan organisasi teroris berkembang. Indonesia bukan negara teroris jadi jgn biarkan aset negara kita dipakai untuk kepentingan teroris. Putuskan kontrak dgn Al-Manar. Krn teroris, byk korban sudah jatuh.

LawanTeroris - Jkt @ 14/08/2008 - 22:56 WIB dari 122.144.3.180 (122.144.3.180)

Beri Komentar