Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Kamis, 14/08/2008 18:53 WIB

Olimpiade angkat pangsa pemirsa TVRI

oleh : Maria Yuliana Benyamin


JAKARTA (bisnis.com): Program siaran langsung upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 yang secara resmi ditayangkan TVRI mendongkrak perolehan pangsa pemirsa (channel share) stasiun itu.

Survei kepemirsaan TV yang dilakukan Nielsen Media Research menunjukkan pangsa pemirsa TVRI berhasil mencapai 1,4% pada saat menayangkan acara pembukaan Olimpiade.

Survei tersebut dilakukan di 10 kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin dengan total populasi TV di atas 42 juta individu usia lima tahun ke atas. Perolehan pangsa pemirsa itu mengalami kenaikan 133% dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang hanya sebesar 0,6%.

"Survei ini membuktikan special event ternyata mampu menyedot perhatian pemirsa tanpa melihat kekurangan TVRI selama ini," ujar Andini Wijendaru, Communication Executive AGB Nielsen Media Research.

Menurut Andini, salah satu masalah yang selama ini dihadapi pemirsa dalam menonton TVRI adalah ketajaman gambarnya. Namun, hal itu dikesampingkan oleh pemirsa karena rasa antusias yang besar untuk menonton pembukaan Olimpiade.

Hal itu, lanjut dia, karena TVRI merupakan satu-satunya televisi yang mendapatkan hak siar pada pesta pembukaan Olimpiade Beijing. Dia memerkirakan kenaikan pangsa pasar TVRI ini lebih dari 1,4% apabila dilihat secara keseluruhan mengingat jangkauan siaran TVRI yang mencakup hampir di seluruh wilayah Indonesia.

"Ini baru perolehan pemirsa di 10 kota besar. Bayangkan besaran jumlah kenaikan pemirsa TVRI yang cakupannya luas dari Sabang sampai Merauke."

Sebelum program siaran langsung upacara pembukaan Olimpiade, pangsa pemirsa TVRI tercatat paling rendah dibandingkan dengan televisi swasta lainnya. Berdasarkan hasil riset Nielsen Media Research sebelumnya, pada kuartal II pangsa pasar TVRI hanya 0,7%.

Perolehan pangsa pemirsa paling tinggi masih diambil alih oleh berturut-turut SCTV sebesar 20,1%, Indosiar 15,8%, RCTI 14,5%, Trans TV 12,6%, TPI 11,7%, Trans 7 6%, Global TV 5,5%. ANTV 4,3%, TV One 3,5%, dan Metro TV 1,7%. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • KPPU mulai teliti dugaan monopoli frekuensi MNC
  • E-commerce dari Indonesia tumbuh 80%
  • Kliring telekomunikasi tertunda masalah hukum
  • Pemerintah belum tunjuk Telkom sebagai pelaksana USO

Komentar

Beri Komentar