Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Senin, 18/08/2008 15:35 WIB

Sony Ericson Jateng sumbang 14% penjualan nasional

oleh : Arief Novianto

SEMARANG (Bisnis.com): Penjualan berbagai jenis produk telepon genggam Sony Ericson di wilayah Jateng-DIY hingga semester I/2008 memberikan kontribusi terhadap total nasional mencapai 14%.

Head of Region Central Java Sony Ericson Rachmat Akbar mengatakan kontribusi penjualan terhadap nasional itu menyusul realisasi pangsa pasar di Jateng sebesar 29% dan DIY mencapai 31%. Pangsa pasar di dua provinsi itu mengalami kenaikan rata-rata sebesar 2% akibat peluncuran sejumlah produk baru dengan segmentasi khusus.

Penjualan berbagai produk Sony Ericson di Jateng, lanjutnya, terutama didukung oleh pangsa di sejumlah kota seperti Solo yang mencapai 39% dan Semarang 27%. "Dengan kontribusi tersebut, kami menargetkan hingga akhir tahun ini tetap mampu berada pada posisi kedua market share hand set di Indonesia, seperti telah tercapai saat ini,” ujarnya, akhir pekan lalu.
 
Akbar menuturkan pangsa pasar Sony Ericson di Jateng cenderung didominasi oleh seri tertentu dengan harga pada posisi middle sebesar 60%, dan sisanya pada posisi low dan high. Dia melanjutkan produk miliknya memiliki berbagai keunggulan untuk setiap tipe seperti pada music, cyber shot (imaging/gambar), life style, dan global web.

Akbar menyatakan keunggulan tersebut diberikan kepada konsumen sebagai wujud implementasi untuk mengikuti perkembangan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. "Kami tetap berupaya untuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dalam setiap peluncuran produk baru, sehingga diharapkan mampu memenuhi keinginan pengguna," jelasnya. 

Akbar mengungkapkan dengan peluncuran hand set Sony Ericson seri W980, pihaknya tidak terlalu menargetkan peningkatan market share, mengingat harga produk tersebut yang cukup tinggi dan ditujukan untuk segmen menengah ke atas.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • KPPU mulai teliti dugaan monopoli frekuensi MNC
  • E-commerce dari Indonesia tumbuh 80%
  • Kliring telekomunikasi tertunda masalah hukum
  • Pemerintah belum tunjuk Telkom sebagai pelaksana USO

Komentar

Beri Komentar