Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Rabu, 20/08/2008 17:39 WIB

Indosat wilayah EJBN tambah 600 BTS

oleh : Dwi Wahyuni

SURABAYA (Bisnis.com): PT Indosat wilayah Jatim, Bali, dan Nusra memproyeksikan penambahan 600 unit BTS dan penambahan kapasitas jaringan untuk 20 juta pelanggan sebagai antisipasi lonjakan trafik pada arus mudik Lebaran 2008.

Division Head Technical Operation PT Indosat wilayah EJBN (East Java dan Bali Nusra) I Dewa Made Widia mengatakan operator ini berusaha untuk mempertahankan predikat zero accident pada puncak arus mudik Lebaran 2007 (H-7 sampai H+7), artinya tidak ada gangguan baik kualitas dan kapasitas suara (voice) maupun pengiriman SMS.

Menurut Dewa, kondisi trafik SMS Indosat di wilayah EJBN pada tiga bulan terakhir sudah menyamai kondisi Lebaran 2007 sebagai dampak dari kebijakan tarif murah dan peningkatan jumlah pelanggan.

"Lebaran tahun lalu trafik SMS Indosat mencapai 46 juta per hari, sedangkan total kapasitasnya tercatat 63 juta SMS per hari, saat ini pun sudah mencapai angka itu," ujar Dewa di Surabaya, hari ini.

Sebagai antisipasi, katanya, Indosat menambah kapasitas jaringan untuk menampung 20 juta pelanggan serta membangun 600 unit BTS baru. Dengan begitu terjadi peningkatan sekitar 50% karena saat ini total BTS operator tersebut sudah mencapai 1.300 unit dengan kapasitas voice sebanyak 10 juta pelanggan.

"Penambahan kapasitas hingga 100 juta SMS per hari ini untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan sekaligus mencegah terjadinya SMS pending dan kegagalan panggil," tuturnya.

Selain persiapan jaringan, Indosat area EJBN juga telah mempersiapkan empat posko mudik utama dan dua posko mudik penghubung serta 14 rumah mudik. "Lebaran tahun ini kami menghadirkan inovasi baru yakni menghadirkan rumah mudik yang dilengkapi dengan fasilitas tempat sholat, mini market, refleksi dan sebagainya.”

Sampai dengan pertengahan Agustus 2008, total pelanggan Indosat di wilayah EJBN tercatat 7,3 juta dan 73% dari jumlah itu merupakan pemegang kartu IM3.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • KPPU mulai teliti dugaan monopoli frekuensi MNC
  • E-commerce dari Indonesia tumbuh 80%
  • Kliring telekomunikasi tertunda masalah hukum
  • Pemerintah belum tunjuk Telkom sebagai pelaksana USO

Komentar

Beri Komentar