Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika
Senin, 25/08/2008 18:40 WIB
Tarif murah dorong persaingan seluler Jawa Bali
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (Bisnis.com): Kebijakan tarif telekomunikasi murah dorong persaingan antaroperator seluler di Jawa Bali semakin ketat menyusul kecenderungan pelanggan menggunakan dua hingga tiga nomor dengan operator berbeda.
Vice Precident Telkomsel Area II Jawa dan Bali Nusra Irfandi Firmansyah membenarkan tarif murah mendapat respons besar dari pelanggan. Di sisi lain, belanja telekomunikasi mereka terhadap satu operator tertentu bisa berkurang. "Pelanggan sangat jeli memanfaatkan program promo penawaran tarif murah, itu sebabnya mereka banyak yang menggunakan tiga atau lebih nomor dengan operator berbeda, sedang sumber pendanaannya tetap satu," ujar Irfandi di sela-sela pengundian Layanan Nada Panggil (NSP) Hit & Hot untuk tiga orang yang mendapatkan hadiah wisata kepal pesiar ke Singapura-Malaysia dan Thailand.
Menurut dia, persaingan antaroperator tidak terbatas pada tiga perusahaan besar. Munculnya sejumlah operator baru juga cukup berpengaruh. Apalagi mereka tidak kalah gencar menawarkan promo tarif murah. "Jadi sekarang ini tergantung kecerdasan para operator untuk menyiasati persaingan tersebut," tegasnya.
Boleh dikatakan, tambah Irfandi, operator akan sulit mengklaim jumlah pelanggan yang sesungguhnya. Pasalnya, masing-masing operator memiliki pandangan yang berbeda-beda. Ada yang menyebut sebagai pelanggan jika mereka aktif melakukan call atau SMS. Ada juga hanya menerima call saja sudah dikategorikan sebagai pelanggan aktif. Sementara bisa saja satu pelanggan operator tertentu juga merupakan pelanggan dari operator yang lain.
Kendati semakin ketat, Irfandi tetap optimistis pertumbuhan pelanggan Telkomsel pada semester kedua 2008 akan besar. Saat ini, rata-rata penambahan pelanggan operator itu di Jateng, Yogyakarta, Jatim dan Bali Nusra mencapai 900.000 per bulan.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis dorong pengiklan lirik Internet
- Nilai bisnis telekomunikasi 2008 capai Rp70 triliun
- Acer targetkan penjualan eMachines 20%
- Pasar komputer di Surabaya makin lesu
- Content provider 3545 diduga melakukan penipuan