Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Selasa, 16/09/2008 16:52 WIB

Telkom operasikan kamera di jalur mudik

oleh : Dwi Wahyuni

SURABAYA (bisnis.com): PT Telkom Divre V Jatim siap mengoperasikan kamera di tujuh titik jalur mudik di Jatim, tiga diantaranya di sepanjang jalan Raya Porong untuk membantu pelanggan Flexi memantau kemacetan selama Lebaran.

Executive General Manager PT Telkom Jatim Triana Mulyatsa mengatakan saat ini tiga kamera yang berada di eks jalan tol Gempol, pertigaan Apolo dan jembatan Pasar Porong sudah dapat diakses pelanggan. Sisanya ditargetkan sudah bisa beroperasi penuh pada H-7.

"Kami ingin memberikan apresiasi pelayanan kepada pelanggan Flexi di Jatim yang akan mudik Lebaran untuk bisa mamantau kemacetan di jalan," ujar Triana pada acara persiapan Telkom menghadapi Lebaran di Surabaya.

Selama bulan Puasa jumlah pelanggan Flexi di Jatim meningkat cukup tajam yakni sekitar 40.000 per hari. Sampai akhir 2008 penambahan jumlah pelanggan ini ditargetkan akan mencapai 1,2 juta pelanggan.

Selain di tujuh titik, kamera Telkom juga akan dipasang di tujuh posko mudik. Semua posko yang menjadi tujuan singgah bagi pemudik ini mulai beroperasi pada H-5 sampai H+5. Namun kamera ini hanya bisa diakses pelanggan Flexi yang menggunakan smart phone atau ponsel yang dilengkapi dengan fitur Internet.

"Di samping kamera untuk memantau kemacetan jalan, di setiap posko mudik juga tersedia empat jenis layanan mulai dari komunikasi, releksasi, sarana mudik serta games dan hiburan," tutur Triana.

Sementara untuk kesiapan infrastruktur Telkom akan mempermudah pemudik yang melakukan aktivitas COMBO. Jika sebelumnya kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan di kota asal saat ini pelanggan sudah bisa mengaktifkan di kota tujuan.

Untuk Lebaran tahun ini, tambah Triana, Telkom Jatim telah menyiapkan sedikitnya 5.000 nomor COMBO atau terjadi kenaikan sebesar 100% dibanding Lebaran tahun lalu. Dari segi kapasitas pengiriman SMS, tambah dia, BUMN ini telah meningkatkan kapasitas kirim menjadi 192 juta SMS per hari.

Persiapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik yang tahun lalu mulai terjadi pada H-3. "Itu sebabnya jauh-jauh hari kami harus sudah siap mengantisipasi lonjakan tersebut termasuk mengoperasikan enam mobile switching center untuk 5 juta pelanggan. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • KPPU mulai teliti dugaan monopoli frekuensi MNC
  • E-commerce dari Indonesia tumbuh 80%
  • Kliring telekomunikasi tertunda masalah hukum
  • Pemerintah belum tunjuk Telkom sebagai pelaksana USO

Komentar

Beri Komentar