Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Telematika


Senin, 29/09/2008 14:37 WIB

Program bundling handphone kurang direspons

oleh : Dwi Wahyuni

SURABAYA (bisnis.com): PT Exelcomindo pesimistis program bundling handphone akan dapat mendongkrak penjualan operator bersangkutan karena minimnya respons dari masyarakat atau konsumen.

Manager Management Services PT Excelcomindo untuk Est Area Martono mengatakan tidak semua operator yang menerapkan sistem bundling handphone menuai sukses.

Dia membenarkan beberapa penyelenggara telekomunikasi khususnya yang berbasis CDMA telah mengklaim kesuksesannya dalam menerapkan strategi penjualan dengan program bundling handset. Namun tidak semua operator seluler berhasil di dalam melakukan ujicoba penerapan program bundling handphone untuk mendongkrak jumlah pelanggan.

"XL [Excelcomindo] sendiri menganggap program tersebut tidak signifikan bagi peningkatan omzet maupun jumlah pelanggan," ujar Martono di Surabaya.

Menurut dia, secara rasio penawaran bundling hanphone seharga Rp299.000 per unit plus kartu perdana dan pulsa tidak banyak memberikan kontribusi terhadap upaya XL mendongkrak jumlah pelanggan.

Apalagi pada minggu pertama program tersebut diluncurkan pada awal September 2008 penjualannya kurang mendapat respons masyarakat. Baru setelah operator tersebut secara gencar melakukan promosi stok di sejumlah dealer mulai menipis. Namun tidak sampai terjadi lonjakan permintaan yang cukup besar.

Program bundling XL dimaksudkan untuk memberikan alternatif kemudahan kepada masyarakat yang ingin memliliki hanset murah pada waktu Lebaran. Untuk itu Excelcomindo menyiapkan sedikitnya 200.000 unit stok bundling handphone bersangkutan. Dengan harapan produk ini bisa dimanfaatkan sebagai hadiah atau parsel.

"Semula kami berpikir konsumen bisa lebih praktis dengan membeli satu paket hanphone murah lengkap dengan kartu perdana dan bonus SMS lewat program bundling."

Namun, lanjut Martono, yang menarik konsumen ternyata bukan handsetnya tetapi program bisa SMS sepuasnya tanpa pulsa sampai 90 hari. Karena itu XL belum berencana untuk melanjutkan program bersangkutan, begitu juga dengan penambahan stok. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • KPPU mulai teliti dugaan monopoli frekuensi MNC
  • E-commerce dari Indonesia tumbuh 80%
  • Kliring telekomunikasi tertunda masalah hukum
  • Pemerintah belum tunjuk Telkom sebagai pelaksana USO

Komentar

Beri Komentar