
JAKARTA (Bisnis.com): Sejumlah maskapai penerbangan nasional diketahui belum berminat memanfaatkan hak angkut penerbangan kelima dengan Malaysia. Alasannya sulit memperoleh persetujuan dari negara di Asia, Eropa hingga Timteng.
Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo menyatakan pihaknya memilih membuka rute penerbangan langsung (direct flight) ketimbang melalui Malaysia untuk penerbangan ke Asia dan Timteng.
Dia menyontohkan maskapainya berencana membuka rute Jakarta-Guangzhou, China, dengan terbang langsung menggunakan pesawat Boeing 737-800NG mulai tahun depan.
"Kalau harus melalui Malaysia, biasanya sulit memperoleh izin dari China sehingga kami pilih direct flight," tuturnya kepada bisnis.com hari ini.
Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Edward Sirait menyatakan pihaknya saat ini juga belum berminat membuka rute penerbangan ke Asia dan Timteng dengan transit di Malaysia.
"Sampai saat ini kami belum ada rencana membuka penerbangan long haul melalui Malaysia," kata Edward.
Namun, dia menandaskan pihaknya tidak menutup kemungkinan memanfaatkan hak angkut kelima jika pasar memungkinkan seperti pasar yang terbuka melalui Malaysia ke negara ketiga seperti negara di Asia Selatan. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »