
JAKARTA (Bisnis.com): Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan masih menunggu hasil penilaian tim ahli Badan Perencanaan Pembangungan Nasional (Bappenas) soal hitung ulang nilai investasi proyek kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengatakan setelah penghitungan ulang selesai, pihaknya baru bisa menentukan strategi selanjutnya terkait dengan proses tender yang sedang berjalan.
“Apakah nanti itu penunjukan langsung, atau bagaimana masih belum tahu. Tunggu penghitungan ulang dulu dari tim ahli Bappenas. Selain itu kan nanti ada revisi ketentuan mengenai penerapan skema public private partnership [PPP],” katanya hari ini.
Saat ini proses tender KA Bandara Soekarno-Hatta diikuti oleh China Harbour asal China, Mitsui asal Jepang, dan PT Railink, yang merupakan anak usaha dari PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api.
Belakangan, PT Pembangunan Perumahan menyatakan minat untuk menggarap proyek itu. Dia menuturkan nilai investasi kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dipastikan naik, namun besarannya belum diketahui karena harus menunggu penilaian dari tenaga ahli dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Nilai investasi pasti naik karena inflasi, meningkatnya harga bahan bangunan, dan sebagainya. Belum tahu besarannya karena kan masih dihitung oleh tenaga ahli dari Bappenas,” kata Tundjung.
Direktur Utama PT Railink Masjraul Hidayat juga menyatakan nilai investasi KA Bandara Soekarno-Hatta harus disesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Kelihatannya memang perlu ditinjau ulang nilai investasi, karena kan pertama kali dikeluarkan pada 2010,” katanya. (fh)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »