Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi


Rabu, 07/05/2008 11:52 WIB

Samudera minta tak ada aturan trayek

oleh : Hendra Wibawa

JAKARTA (bisnis.com): PT Samudera Indonesia Tbk meminta pemerintah menjaga pasar di industri pelayaran agar tidak muncul monopoli, menyusul keluarnya Undang-Undang Pelayaran yang baru.

Dirut Samudera Indonesia Randy Effendy mengatakan permintaan itu dipicu adanya pengaturan trayek dalam UU Pelayaran itu.

"Hal itu sangat meresahkan pelaku pasar. Pasar akan terdistorsi bila pola trayek diterapkan," katanya dalam Seminar RUU Pelayaran Peluang & Tantangan di Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan potensi monopoli dan oligopoli akan terjadi jika pemerintah mengatur trayek dengan melibatkan asosiasi.

Randy melanjutkan pengaturan oleh asosiasi kadangkala tidak tepat karena mewakili pihak perusahaan atau pengguna jasa angkutan laut tertentu. "Seharusnya serahkan saja pengaturan trayek dan kapal kepada kekuatan pasar," ujarnya.

Selama ini, pelayaran domestik, terutama kontainer, berjalan sesuai pasok dan permintaan. Pola penempatan kapal, baik yang besar maupun kecil, diatur sendiri oleh perusahaan pelayaran sesuai mekanisme pasar. "Ini karena pasar muatan pergerakannya sangat dinamis," jelas Randy. (er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Dermaga II Merak akan ditutup 2 pekan
  • BMG: Jakarta & sekitarnya berawan hari ini
  • 'Bebaskan tarif penumpang udara kelas ekonomi'
  • RI butuh 654 kapal hingga 2010

Komentar

Beri Komentar